|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Ning Lia Istifhama Apresiasi Kinerja BGN Jalankan Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur

Senin, 10 November 2025 | 18.41 WIB

Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur saat kunjungan ke SMAN 19 Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, SurabayaAnggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke SMAN 19 Surabaya, Senin (10/11/2025), dalam rangka memantau langsung distribusi makanan bergizi kepada para pelajar.


Menurut Ning Lia, sapaan akrabnya, pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut telah berjalan dengan baik selama tiga minggu terakhir. Ia menilai, BGN berhasil memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran dan diterima dengan antusias oleh para siswa.


“Saya sangat mengapresiasi upaya BGN, terutama Pak Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan seluruh tim. Mereka bekerja luar biasa memastikan program ini berjalan lancar. Anak-anak terlihat semangat dan bahagia menerima makanan bergizi setiap hari,” ujar Ning Lia di sela kunjungannya.


Senator yang juga akademisi dan seniman ini menambahkan, keberlanjutan program MBG sangat penting, terutama bagi kawasan pesisir dan pinggiran seperti Surabaya bagian utara. Menurutnya, wilayah tersebut kerap menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.


“Dengan adanya MBG, kebutuhan gizi pelajar bisa terpenuhi. Anak-anak jadi lebih fokus belajar dan memiliki semangat baru untuk meraih prestasi,” tutur keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu.


Kunjungan Ning Lia tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata dari DPD RI terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda di daerah.


Sementara itu, Kepala SMAN 19 Surabaya, Agustina Pertiwiningrum, S.Pd., M.M, mengaku senang dengan pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, para siswa menyambut antusias setiap kali makanan bergizi datang.


“Anak-anak sangat menunggu MBG. Mereka bilang makanannya enak dan bervariasi. Dampaknya, semangat belajar mereka meningkat,” ujar Agustina.


Pemerintah Indonesia sendiri telah mengalokasikan Rp71 triliun dalam APBN 2025 untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Anggaran ini mencakup Rp63,356 triliun untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp7,433 triliun untuk dukungan manajemen, seperti disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan.


Program ini menyasar sekitar 19,47 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil dan menyusui. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program berjalan efektif dan berdampak luas.


Sebagai pelaksana utama, Badan Gizi Nasional (BGN) telah membangun 85 satuan pelayanan di berbagai wilayah. Setiap satuan melayani sekitar 3.000 anak sekolah, berfungsi sebagai dapur sekaligus pusat penyaluran bahan pangan lokal.


Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, hingga akhir 2024 pihaknya akan melakukan uji coba program di 100 titik yang mayoritas berada di Pulau Jawa. “Kami membangun dapur pusat dan dapur sekolah, serta menyiapkan skema khusus bagi daerah terpencil menggunakan paket makanan vacuum,” ungkapnya.


Selain berdampak sosial, program MBG juga dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan, program ini dapat mendorong produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp4.510 triliun pada 2025, dan terus meningkat hingga mencapai Rp18.958,8 triliun pada 2029, seiring peningkatan jumlah penerima dan alokasi anggaran.


Dengan capaian dan prospek tersebut, Ning Lia berharap program MBG tidak hanya menjadi kebijakan sementara, tetapi menjadi gerakan nasional berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek gizi, pendidikan, dan ekonomi lokal.


“Anak-anak yang sehat dan bergizi baik adalah pondasi masa depan bangsa. Mari bersama menjaga dan mengawal program ini agar terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar