![]() |
| Lita Machfud Arifin, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). |
Keputusan yang diumumkan bertepatan dengan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), itu disambut hangat oleh DPW Partai NasDem Jawa Timur, yang selama empat tahun terakhir konsisten memperjuangkan pengakuan negara terhadap sang ulama kharismatik.
Ketua DPW Partai NasDem Jatim Lita Machfud Arifin menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah serta semua pihak yang turut mengawal proses panjang hingga gelar kehormatan tertinggi tersebut resmi diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan penghargaan ini. Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaichona KH Kholil bukan hanya bentuk penghormatan negara kepada seorang ulama besar, tetapi juga pengakuan terhadap peran pesantren dan ulama dalam membentuk karakter kebangsaan Indonesia,” ujar Lita.
Menurut Lita, penganugerahan ini merupakan hasil dari perjuangan nyata Partai NasDem sejak 2021, ketika Fraksi NasDem DPR RI secara resmi mengusulkan Syaichona KH Kholil sebagai calon Pahlawan Nasional. Usulan itu berangkat dari aspirasi masyarakat Madura, kalangan pesantren, dan tokoh agama di Jawa Timur.
“NasDem tidak berhenti di wacana. Kami melakukan riset mendalam, advokasi politik, dan kajian akademik untuk memperkuat dasar historis perjuangan Syaichona KH Kholil,” jelas Lita.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari seminar, diskusi ilmiah, hingga audiensi resmi dengan pemerintah, termasuk pertemuan antara DPP Partai NasDem dan Menko Polhukam Mahfud MD pada September 2021. Dalam pertemuan itu, NasDem menyerahkan berkas dan hasil kajian komprehensif yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
Lita menambahkan, perjuangan Partai NasDem terus berlanjut pada 2022–2024 melalui kegiatan sosial dan kebangsaan di Madura serta Jawa Timur. Para kader NasDem aktif menggelar ziarah, seminar, dan kegiatan edukatif untuk menjaga semangat perjuangan KH Kholil tetap hidup di tengah masyarakat.
“Perjuangan ini bukan semata politis. Ini adalah bakti kami kepada ulama dan pejuang bangsa. KH Kholil membentuk banyak tokoh besar, termasuk KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Mengakui beliau sebagai pahlawan nasional berarti mengakui akar spiritual bangsa ini,” tegas Lita.
Pada tahun 2024, Fraksi NasDem DPR RI juga memperbarui naskah akademik dan dokumen pendukung sebagai bagian dari proses verifikasi tambahan di Kementerian Sosial — langkah yang menunjukkan komitmen partai hingga tahap akhir penetapan.
Setelah perjuangan panjang, harapan itu akhirnya menjadi kenyataan. Pada 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan Syaichona KH Kholil Bangkalan sebagai Pahlawan Nasional bersama sejumlah tokoh lainnya.
Bagi Partai NasDem, keputusan ini bukan hanya kabar gembira, tetapi juga simbol pengakuan negara terhadap nilai-nilai keulamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan bernegara.
“Ini adalah kemenangan moral bagi masyarakat Madura dan umat Islam Indonesia. Partai NasDem merasa terhormat menjadi bagian dari perjuangan ini. Semoga semangat Syaichona KH Kholil menjadi teladan bagi generasi muda dalam mencintai tanah air dan menjaga persatuan bangsa,” pungkas Lita Machfud Arifin. (Had)


Komentar