![]() |
| Verifikasi calon penerima Penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur di Ponpes Maftahul Uluum Jatinom, Blitar.(Dok/Istimewa). |
Tahap verifikasi ini menjadi momentum penting bagi pesantren bersejarah yang berdiri sejak tahun 1868, sekaligus menegaskan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman.
Verifikasi yang dipimpin tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur tersebut mencakup penilaian berbagai aspek, mulai dari manajemen kebersihan, pengelolaan sampah, sanitasi, ruang terbuka hijau, hingga sistem budidaya terpadu anggur dan domba. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengolahan limbah organik, di mana kotoran domba dimanfaatkan sebagai pupuk untuk kebun anggur pesantren.
Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Jatim, Mita Triani, SS, MM, yang memimpin verifikasi, memberikan apresiasi atas kinerja pengelolaan lingkungan di pesantren tersebut.
“Ini sangat bagus sekali, pengelolaan limbah, ruang terbuka hijau, dan budidaya anggur yang menggunakan pupuk dari kotoran domba,” ujarnya.
Proses verifikasi turut dihadiri Wakil Pengasuh Ponpes Jatinom, H. Ahmad Khubby Ali Rohmad, M.Si, beserta tim eco pesantren, serta Hakim Catur, S.Hut., M.Eng, Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kabupaten Blitar.
H. Ahmad Khubby Ali Rohmad atau Gus Bobby menegaskan bahwa kepedulian lingkungan bukan sekadar program tambahan, tetapi wujud pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Santri tidak hanya mengaji, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai agama dalam menjaga lingkungan. Prinsip kebersihan, keseimbangan alam, hemat energi, dan pengelolaan sampah adalah ajaran Islam yang harus dikembangkan,” ungkapnya.
Ponpes Maftahul Uluum Jatinom mengelola lembaga pendidikan MTs dan MA berbasis salafiyyah, namun tetap adaptif dalam pengembangan life skill santri. Pesantren ini membudidayakan 190 varian anggur dari 20 negara, ditambah empat varian lokal yang kini tengah menjalani uji kelayakan di Kementerian Pertanian RI.
Budidaya anggur tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga menjadi media pembelajaran modern bagi santri. Integrasi perkebunan anggur dengan peternakan domba menciptakan siklus ekologi berkelanjutan yang efisien dan ramah lingkungan.
Ponpes Jatinom menjadi satu-satunya pesantren dari Kabupaten Blitar yang berhasil masuk tahap penilaian tingkat provinsi. Hal ini memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan agama yang turut memberi kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Gus Bobby menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan menanamkan nilai pendidikan lingkungan yang terus berkelanjutan.
“Harapannya bukan hanya penghargaan, tetapi agar semangat edukasi lingkungan hidup ini terus mengakar,” ujarnya.
Dengan berbagai inovasi dan komitmen tersebut, Ponpes Maftahul Uluum Jatinom memiliki peluang besar meraih penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur, sekaligus menjadi inspirasi bagi pesantren lain dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan. (Tim)


Komentar