![]() |
| PMII Jatim saat demo di depan Gedung Konjen AS di Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa membawa sejumlah poster dan menyampaikan pernyataan sikap yang menyoroti dampak konflik bersenjata terhadap masyarakat sipil. Mereka menilai peperangan selalu meninggalkan luka kemanusiaan, terutama bagi warga yang tidak terlibat langsung dalam konflik geopolitik.
Aksi sempat berlangsung dinamis ketika massa berupaya membacakan pernyataan sikap di depan gedung konsulat. Namun, setelah berkoordinasi dengan aparat keamanan, para peserta aksi kemudian bergeser ke seberang jalan untuk melanjutkan penyampaian aspirasi secara tertib.
Wakil Ketua IX Bidang Politik, Kebijakan Publik, dan Ketahanan Regional PKC PMII Jawa Timur, Maulana Rohis Putra, mengatakan aksi tersebut bertujuan menyuarakan kepedulian mahasiswa terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.
“Kami hadir untuk menyampaikan kegelisahan sebagai bagian dari masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian. Konflik bersenjata selalu membawa dampak besar bagi masyarakat sipil,” ujar Rohis dalam orasinya.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, PMII Jawa Timur menekankan pentingnya mengedepankan dialog, diplomasi, serta upaya damai dalam menyelesaikan konflik internasional. Menurut mereka, setiap serangan militer bukan hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada masa depan masyarakat di wilayah konflik.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah aspirasi yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menunjukkan perhatian terhadap isu kemanusiaan global serta mendorong langkah-langkah diplomasi yang berpihak pada perdamaian.
PMII Jawa Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan solidaritas kemanusiaan serta memperkuat komitmen terhadap perdamaian dunia.
“Kami berharap konflik yang terjadi dapat segera berakhir melalui jalan damai. Solidaritas kemanusiaan harus terus dijaga agar tidak ada lagi masyarakat sipil yang menjadi korban,” pungkas Rohis.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir dalam suasana kondusif. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu kemanusiaan melalui berbagai forum diskusi dan advokasi damai. (Had)


Komentar