![]() |
| Sesi foto bersama dalam acara Konfercab PC ISNU Kabupaten Bangkalan di Ponpes Al-hikam Kemayoran, Bangkalan.(Dok/Istimewa). |
Sejumlah tokoh hadir memberikan dukungan, di antaranya Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir, Pengasuh Pesantren Al-Hikam Prof. Dr. KH. Muhammad Hasan, M.Ag., serta Sekretaris PW ISNU Jawa Timur Dr. Moh. Dawud bersama jajaran pengurus wilayah. Suasana musyawarah berlangsung hangat, mencerminkan semangat persaudaraan dan tekad memperkuat kiprah intelektual NU dalam pembangunan daerah.
Dalam forum itu, Lora Ahmad Muzawwir Syafi’, M.Th.I., atau Ra Zawwir, kembali dipercaya memimpin PC ISNU Bangkalan periode 2025–2029. Putra ulama sekaligus politisi Bangkalan, KH. Syafik Rofii, itu terpilih secara aklamasi setelah seluruh PAC menyampaikan dukungan penuh untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Usai penetapan, Ra Zawwir menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan seluruh kader yang telah menjaga keberlanjutan organisasi, termasuk masa vakum akibat pandemi Covid-19. Ia menegaskan bahwa periode baru harus menjadi langkah nyata untuk membangkitkan kembali energi khidmat di lingkungan ISNU.
“Ini adalah amanah yang harus kami jalankan sebagai khidmat di Nahdlatul Ulama. Memang dari kepengurusan sebelumnya sempat vakum akibat situasi Covid-19, namun kini semangat kami untuk berkhidmat bangkit kembali,” ujarnya penuh optimisme. Ia menekankan bahwa ISNU harus mengambil peran lebih kuat dalam mengembangkan kapasitas intelektual dan kontribusi sosial di Bangkalan.
Sementara itu, Sekretaris PW ISNU Jatim, Dr. Moh. Dawud, mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi tantangan era digital yang bergerak cepat. Kemampuan adaptasi, katanya, kini menjadi kebutuhan mendasar bagi para intelektual.
“Teknologi tidak bisa diabaikan meskipun bagi sebagian kalangan masih menjadi tantangan. Berbeda dengan generasi Gen-Z yang sudah terbiasa. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari masa lalu, termasuk bagaimana makhluk hidup mampu beradaptasi,” paparnya, mengibaratkan pentingnya kelenturan berpikir dalam menghadapi perubahan.
Dukungan juga disampaikan Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir, yang menegaskan bahwa setiap amanah organisasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta kesadaran spiritual. Ia mengingatkan pentingnya menjaga warisan manhaj ulama dan menjunjung tinggi karakteristik pesantren sebagai identitas NU.
“Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun. Tentu ISNU sangat dibutuhkan kiprahnya. NU itu secara teori organisatoris sama dengan organisasi lain, namun ada karakteristik pesantren yang tidak dimiliki organisasi lain,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pengurus NU struktural berperan melayani kelancaran aktivitas NU kultural, baik dalam kehidupan beragama maupun berbangsa.
Konfercab II ISNU Bangkalan ditutup dengan komitmen memperkuat sinergi intelektual dan kultural, serta tekad mengibarkan kembali panji peradaban melalui khidmat keilmuan, pengabdian sosial, dan penguatan kapasitas kader di tengah dinamika era digital. (Fiq)


Komentar