![]() |
| Imam Suyudi, Sekretaris Umum FPR Sumenep saat menyerahkan langsung surat ke PLN UP3 Madura.(Dok/Istimewa). |
Surat bernomor 01/A/AMK/SMP/XI/2025. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Imam Suyudi, Sekretaris Umum FPR Sumenep. Beberapa tokoh dan pemuda Raas ikut mendampingi seperti Nurifan Hairi, S.H, Feri Irawan, Hariri dan Uabiadillah.
Audensi dijadwalkan berlangsung pada Senin 17 November 2025, pukul 13.Wib.
Dalam surat tersebut, FPR menegaskan sejumlah tuntutan yang terkait dengan keluhan layanan listrik dan akses publik. Mereka mengajak PLN UP3 Madura untuk duduk bersama membahas solusi konkret, namun juga memberi sinyal kuat akan menggelar aksi besar-besaran apabila tidak tercapai kesepakatan dalam waktu yang telah ditentukan.
Menurut pernyataan FPR dalam dokumen audiensi, para pelajar dan warga Kabupaten Sumenep merasa cukup lama menghadapi ketidaknyamanan terkait distribusi listrik, baik berupa gangguan, sering pemadaman mendadak, maupun komunikasi yang dinilai kurang transparan dari pihak PLN. Dengan momentum penyerahan surat ini, FPR berharap PLN UP3 Madura dapat menunjukkan itikad baik dan menjalin dialog serius dengan masyarakat.
FPR menyebut bahwa jika dalam jangka waktu tertentu, yang mereka tetapkan dalam surat, tidak ada titik temu atau kesepakatan yang memuaskan, maka mereka akan mengerahkan massa dalam skala besar ke kantor PLN UP3 Madura atau bahkan melakukan aksi publik lebih luas sebagai bentuk tekanan. Hal ini mereka anggap sebagai upaya terakhir setelah dialog terbuka yang mereka harapkan.
"Kami datang dengan iktikad baik, membawa solusi dan kajian yang nyata agar pelayanan listrik di Pulau Raas berjalan optimal. Ini bukan sekedar kritik tapi tanggung jawab mural terhadap masyarakat kepulauan Raas. " Ujar Sayudi
Imam Sayudi menambahkan apabila dalam audensi tersebut tidak tercapai kesepakatan maka pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran pada 20 November 2025.
"Kami sudah siapkan langkah lanjutan, kalau hasil audensi tedak menghasilkan komitmen yang nyata, kami akan turun jalan bersama mahasiswa kepulauan Raas se-Madura. Ini bukan ancaman tapai bentuk perjuangan Rakyat kepulauan Raas,"pungkasnya
Dari pihak PLN UP3 Madura, Manajer Fahmi Fahrezi belum memberikan tanggapan secara resmi terkait audensi maupun aksi lanjutan yang akan dilakukan FPR (Yud)


Komentar