|
Menu Close Menu

SMSI Sumenep Dukung Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Madura

Kamis, 13 November 2025 | 12.33 WIB

Seminar Nasional tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura di UNIBA Sumenep.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sumenep- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan kiprahnya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi dengan menggelar Seminar Nasional bertajuk “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan KEK Madura”, Kamis (13/11/2025), di Gedung Auditorium UNIBA Madura.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang kebijakan publik, akademik, dan perencanaan pembangunan daerah. Di antaranya Dr. Adi Prayitno, M.Si. (Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen UIN Jakarta), Prof. Rachmad Hidayat, ASEAN Eng. (Rektor UNIBA Madura), serta Ir. Hairul Anwar, M.T. (Anggota DPRD Sumenep). Sementara Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi, M.H., dijadwalkan hadir sebagai Keynote Speaker.


Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan seminar ini menjadi langkah penting untuk mendukung rencana strategis pemerintah dalam pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura.


Menurutnya, KEK merupakan kebijakan nasional yang bertujuan mempercepat pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, mendorong pemerataan pembangunan, serta meningkatkan daya saing industri daerah.


“Kawasan Ekonomi Khusus adalah kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi nasional, mendukung industrialisasi, serta memperbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia,” ujar Wahyudi.


Ia menambahkan, keberadaan KEK tidak hanya harus fokus pada pembangunan fisik dan investasi semata, tetapi juga wajib mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan ekologi. Karena itu, SMSI Sumenep mengangkat tema Green Economy sebagai refleksi penting atas dinamika pembangunan yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.


Wahyudi menjelaskan, KEK memiliki berbagai fasilitas unggulan, baik berupa insentif fiskal seperti keringanan pajak, maupun kemudahan non-fiskal seperti penyederhanaan perizinan dan peningkatan akses infrastruktur. Dengan fasilitas tersebut, diharapkan investasi di Madura tumbuh sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis.


“Pembangunan ekonomi harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Kita tidak bisa mengorbankan lingkungan hanya demi pertumbuhan jangka pendek. Karena itu, seminar ini menjadi ruang dialog konstruktif antara pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat,” tambahnya.


Antusiasme publik terhadap acara ini terlihat dari kehadiran sekitar 150 peserta yang terdiri atas akademisi, mahasiswa, pengusaha lokal, aktivis lingkungan, dan masyarakat umum. Ketua Panitia Pelaksana, Helman, menyampaikan bahwa tingginya minat peserta mencerminkan kepedulian publik terhadap arah pembangunan Madura sebagai kawasan ekonomi strategis nasional yang berwawasan lingkungan.


“Seminar ini menjadi forum terbuka untuk menggali potensi, peluang, dan tantangan dalam mewujudkan KEK Madura yang berorientasi pada ekonomi hijau,” ujarnya.


Selain sebagai forum akademik, acara ini juga berfungsi sebagai wadah kolaborasi lintas sektor antara media, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Melalui diskusi dan pertukaran gagasan, peserta diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat disampaikan kepada pemerintah daerah maupun pusat terkait arah kebijakan pembangunan KEK Madura yang inklusif dan berkelanjutan.


Wahyudi menegaskan bahwa media memiliki peran sentral dalam mendukung pembangunan yang berpihak kepada rakyat dan lingkungan.


“SMSI tidak hanya berperan sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Kami ingin berkontribusi nyata dalam pembangunan Madura,” tegasnya.


Seminar nasional ini akan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan diskusi terbuka, yang memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan ide dan masukan terkait implementasi Green Economy di kawasan Madura. Dengan dukungan berbagai pihak, SMSI Sumenep berharap kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama menuju pembangunan Madura yang maju, hijau, dan berkelanjutan. (Yud) 

Bagikan:

Komentar