|
Menu Close Menu

Unesa Berikan Pelatihan Kebugaran dan Bimbingan Konseling bagi Guru Sekolah Indonesia Makkah

Sabtu, 15 November 2025 | 12.04 WIB

Pelaksana PKM saat foto bersama di Sekolah Indonesia Makkah, Suadi Arabia.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan program Sosialisasi dan Implementasi Kebugaran Jasmani serta Pelatihan Bimbingan Konseling (BK) bagi guru-guru Sekolah Indonesia Makkah (SIM). Program ini diikuti oleh 23 guru dari jenjang SD hingga SMA dan disambut antusias oleh para peserta.


Kegiatan PKM ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kebugaran jasmani, tetapi juga pada penguatan kompetensi guru dalam bidang bimbingan konseling. Dua fokus tersebut dinilai sangat penting mengingat guru SIM menghadapi tantangan beban kerja tinggi, lingkungan beriklim ekstrem, serta kebutuhan siswa yang hidup di konteks multikultural Arab Saudi.


Pada sesi BK, guru-guru dibekali pemahaman mendalam mengenai peran BK dalam mendukung perkembangan pribadi, sosial, akademik, dan karier siswa. Tim Unesa menekankan bahwa BK bukan hanya tugas guru BK, tetapi dapat dilakukan oleh semua guru dalam interaksi harian di kelas. Materi yang diberikan meliputi perbedaan bimbingan dan konseling, jenis layanan BK, penggunaan instrumen sederhana, teknik komunikasi empatik, serta analisis kasus nyata yang sering muncul di lingkungan sekolah. 


Guru-guru juga berlatih menyusun instrumen, menganalisis studi kasus, serta melakukan simulasi penanganan masalah siswa. Banyak peserta mengaku bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru karena sebelumnya peran BK dipahami sebatas penanganan kasus oleh guru khusus.


Di samping itu, guru mengikuti sesi kebugaran jasmani berupa senam, peregangan, dan teknik relaksasi. Pelatihan ini dirancang agar mudah diterapkan dalam rutinitas guru yang padat dan dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di rumah.


Ketua tim PKM, Dr. Abdul Hafidz, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kombinasi antara kebugaran jasmani dan penguatan bimbingan konseling merupakan kebutuhan nyata guru di SIM. “Guru di Makkah menghadapi beban kerja besar dan kondisi lingkungan yang menuntut. Kebugaran jasmani menjaga energi mereka, sementara kemampuan bimbingan konseling membantu mereka memahami siswa secara lebih menyeluruh,” ujar Abdul Hafidz, Sabtu (15/11/2025). 


“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya sehat dan budaya peduli siswa di lingkungan SIM.”


Para guru menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasakan manfaat langsung, mulai dari tubuh yang lebih segar hingga pemahaman baru mengenai pendampingan siswa. Program PKM Unesa ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kesejahteraan siswa di Sekolah Indonesia Makkah. (Red) 

Bagikan:

Komentar