![]() |
| Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). |
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai program yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merupakan langkah konkret dan produktif dalam memperkuat jaringan perdagangan, baik antarwilayah di dalam negeri maupun lintas negara.
“Program ini bukan sekadar promosi produk, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi yang terbukti konsisten mencatat transaksi di atas satu triliun rupiah. Ini menandakan bahwa ekosistem perdagangan Jawa Timur sangat kompetitif dan diminati pasar,” ujar Ning, Selasa (09/12/2025).
Putri dari ulama kharismatik Jawa Timur, KH Masykur Hasyim, tersebut menambahkan bahwa keberhasilan misi dagang tidak hanya berdampak bagi pelaku usaha Jawa Timur, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan bagi daerah tujuan.
“Hubungan dagang yang terbangun bersifat timbal balik. Produk unggulan Jatim terangkat, sementara daerah tujuan juga memperoleh peluang ekonomi yang sama. Di sinilah kekuatan kolaborasi antarwilayah,” jelasnya.
Nilai transaksi terbaru sebesar Rp 4,45 triliun, menurut Ning Lia, menjadi bukti konkret bahwa misi dagang adalah instrumen strategis dalam menciptakan efek domino ekonomi, dari sektor UMKM hingga industri berskala besar.
Tak hanya memperkuat perdagangan domestik, Pemprov Jatim juga dinilai sukses memperluas jejaring global melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan pelaku usaha dari Malaysia. Langkah ini membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Jawa Timur.
“Terobosan kerja sama internasional ini patut diapresiasi karena memberi pintu masuk yang lebih besar bagi produk lokal untuk menembus pasar global,” kata Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jatim versi ARCI tersebut.
Sebagai senator asal Jawa Timur, Ning Lia menegaskan bahwa misi dagang merupakan wujud nyata kontribusi daerah dalam memperkuat perekonomian nasional. Program ini sekaligus merefleksikan semangat ‘Dari Jawa Timur untuk Indonesia’ dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Saya berharap program ini terus dilanjutkan dan diperluas, agar semakin banyak komoditas lokal yang benar-benar naik kelas di pasar global. Jika konsistensi ini dijaga, saya optimistis Jawa Timur akan menjadi pusat penggerak ekonomi nasional,” tandas peraih DetikJatim Award 2025 tersebut. (Red)


Komentar