|
Menu Close Menu

Hibah 7.721 PC dari Korea Perkuat Digitalisasi Desa Jatim, Wabup Malang Hadiri Penyerahan Simbolis

Rabu, 24 Desember 2025 | 08.45 WIB

Penyerahan Hibah 7.721 unit personal computer (PC) dari Pemerintah Korea untuk desa di Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Upaya percepatan transformasi digital pemerintahan desa di Jawa Timur mendapat dukungan konkret melalui hibah 7.721 unit personal computer (PC) dari Pemerintah Korea. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, di Ruang Hayam Wuruk, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (22/12) sore. Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, turut menghadiri kegiatan tersebut.


Hibah PC ini ditujukan bagi pemerintah desa se-Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur desa dalam mendukung digitalisasi layanan administrasi, pengelolaan data, serta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.


Dalam sambutannya, Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa ketersediaan sarana teknologi informasi menjadi kunci percepatan pembangunan desa. Menurutnya, perangkat komputer akan membantu desa mengoptimalkan pelayanan publik, memperkuat basis data, serta menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.


Penyerahan hibah tersebut merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Kementerian Desa dan PDT dengan Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerima hibah PC dalam program tersebut.


“Kami ingin dengan adanya perangkat komputer yang dilengkapi sistem pengamanan tinggi, komunikasi, pola pengawasan, pemberdayaan, hingga lintas koordinasi dapat benar-benar memanfaatkan sistem digital,” ujar Yandri.


Ia menambahkan, hampir seluruh kementerian dan lembaga memiliki program yang menyasar desa, mulai dari bidang sosial, pertanian, kelautan dan perikanan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi. Karena itu, transformasi digital desa dinilai sebagai kebutuhan yang tidak dapat ditunda.


Mendes PDT berharap desa-desa di Jawa Timur dapat menjadi percontohan desa digital di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi, produk unggulan desa diharapkan lebih mudah dipasarkan, sementara kebutuhan masyarakat dapat direspons lebih cepat dan tepat. Ia juga memastikan seluruh perangkat yang diserahkan akan berfungsi optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah memacu transformasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju pemerintahan digital (Pemdi) pada 2026. Transformasi tersebut telah mulai diterapkan pada berbagai layanan publik di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.


Menurut Adhy, Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada penyediaan sarana, tetapi juga berkomitmen meningkatkan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan agar pemanfaatan perangkat digital berjalan optimal dan berkelanjutan.


Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib menyambut baik hibah PC tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat serta Pemerintah Korea dalam memperkuat kapasitas pemerintahan desa. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan pembangunan desa, khususnya di Kabupaten Malang.


“Dengan dukungan sarana digital ini, kami berharap desa-desa semakin siap menghadapi tantangan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis data,” pungkasnya. (Den) 

Bagikan:

Komentar