|
Menu Close Menu

Jawa Timur Borong Trofi ProKlim 2025, Senator Lia Istifhama Sebut Kepemimpinan Gubernur Khofifah Jadi Teladan Nasional

Kamis, 04 Desember 2025 | 22.49 WIB

Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, SurabayaPemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada ajang Program Kampung Iklim (ProKlim) 2025, Jatim sukses memborong 21 trofi penghargaan, terbanyak dibanding provinsi lain di Indonesia. Raihan tersebut terdiri dari 8 Trofi ProKlim Lestari dan 13 Trofi ProKlim Utama, ditambah puluhan sertifikat ProKlim dari berbagai daerah.


Capaian ini mendapat apresiasi khusus dari Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata komitmen kuat Pemprov Jatim dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim global.


“Prestasi ini bukan sekadar deretan piala, tetapi pengakuan atas kerja serius dan kolaboratif antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan,” ujar Ning Lia, sapaan akrabnya, di Surabaya, Jumat (5/12/2025).


Menurut Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jawa Timur versi ARCI itu, keberhasilan tersebut tak lepas dari arah kebijakan lingkungan yang konsisten di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai, kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat seremonial, namun benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.


Salah satu langkah strategis yang disorot adalah program penanaman mangrove secara masif di wilayah pesisir Jawa Timur. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, luasan mangrove di Jatim meningkat lebih dari 3.600 hektare, sekaligus menjadi benteng alami menghadapi abrasi dan perubahan iklim.


“Upaya Ibu Gubernur Khofifah dalam memperluas kawasan mangrove, pelepasliaran satwa, hingga penguatan edukasi lingkungan membuktikan bahwa pembangunan dan pelestarian bisa berjalan beriringan,” tegas peraih DetikJatim Award 2025 tersebut.


Selain itu, Ning Lia juga menyoroti keberhasilan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah bank sampah terbanyak secara nasional. Menurutnya, pengelolaan sampah dari hulu ini sangat penting untuk menekan emisi metana sebagai salah satu gas rumah kaca utama penyebab pemanasan global.


“Langkah ini sangat relevan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. Apa yang dilakukan Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat,” tambahnya.


Putri ulama kharismatik Jawa Timur, KH Masykur Hasyim, itu turut memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, komunitas ProKlim, serta perangkat daerah yang terlibat aktif dalam aksi lingkungan.


“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh pihak. Prestasi ini membanggakan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat gerakan lingkungan dari tingkat paling dasar,” ujarnya.


Di akhir pernyataannya, Ning Lia berharap Jawa Timur mampu mempertahankan bahkan meningkatkan perannya sebagai motor penggerak aksi iklim nasional.


“Semoga capaian ini menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat Jawa Timur untuk terus menjaga alam, mengurangi emisi, dan mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar