![]() |
| H. Mohammad Supriyadi, Ketua Umum IKAWIGA Malang.(Dok/Istimewa). |
Dalam keterangan resminya, Supriyadi menilai korupsi masih menjadi ancaman serius yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa, terutama dalam hal kepercayaan publik. Ia mengingatkan bahwa praktik-praktik kecil yang dianggap sepele justru sering menjadi pintu masuk bagi korupsi dalam skala besar.
“Perubahan besar selalu dimulai dari kejujuran yang paling sederhana. Jangan menunggu aparat, jangan menunggu ada kasus. Mulailah dari diri sendiri,” tegasnya, Selasa (9/12/2025).
Pria yang juga Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Jawa Timur ini menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dibebankan pada aparat penegak hukum. Menurutnya, masyarakat harus berani meninggalkan budaya permisif terhadap pelanggaran kecil yang selama ini kerap dianggap wajar.
“Indonesia akan kuat tanpa korupsi. Indonesia akan maju karena integritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Supriyadi juga mengajak para alumni Widyagama yang kini berkiprah di berbagai bidang profesi untuk menjaga standar etika yang kuat. Alumni, kata dia, harus tampil sebagai teladan dalam menjaga moral publik, bukan justru ikut terseret dalam perilaku menyimpang.
“Hari Anti Korupsi jangan hanya menjadi seremoni tahunan. Ini harus menjadi momentum evaluasi, apakah kita benar-benar bergerak melawan korupsi atau hanya mengulang kampanye yang sama setiap tahun,” kata tokoh asal Pamekasan, Madura, tersebut.
Ia menambahkan, korupsi akan terus tumbuh selama masyarakat memilih diam. Karena itu, Supriyadi berharap publik berani menolak segala bentuk praktik yang merusak dan menjaga integritas di lingkungan masing-masing.
“Jika kejujuran tidak dijaga, maka semua rencana besar akan berhenti sebatas tulisan di atas kertas,” tutupnya. (Red)


Komentar