![]() |
| ToT Peningkatan Kapasitas Satgas Baanar PC GP Ansor Sumenep di Kantor Kemenag Sumenep.(Dok/Istimewa). |
ToT ini secara khusus diikuti oleh tim instruktur Satgas Baanar dan menghadirkan narasumber dari Polres Sumenep, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, serta Kemenag Kabupaten Sumenep. Ketiga institusi tersebut memberikan materi komprehensif dari berbagai perspektif, mulai aspek hukum, pencegahan, hingga penguatan nilai moral dan keagamaan.
Perwakilan Polres Sumenep memaparkan materi seputar penegakan hukum, modus operandi peredaran narkoba, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu aparat keamanan memutus mata rantai peredaran narkotika. Sementara itu, BNNK Sumenep menekankan strategi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), termasuk peran strategis relawan dan kader dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Adapun Kemenag Sumenep menguatkan materi dari sudut pandang keagamaan. Dalam paparannya disampaikan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi moral, ketahanan keluarga, serta masa depan generasi bangsa, sehingga diperlukan penguatan nilai-nilai agama sebagai benteng utama dalam pencegahan.
Kegiatan ToT ini bertujuan mencetak kader-kader Satgas Baanar yang memiliki kompetensi sebagai instruktur, mampu menyampaikan edukasi anti narkoba secara efektif, masif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pemuda dan pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas Baanar Kabupaten Sumenep berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara aparat penegak hukum, lembaga pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Sinergi ini dinilai penting untuk mewujudkan Kabupaten Sumenep yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (Yud)


Komentar