|
Menu Close Menu

Cuaca Buruk Picu Tumpahan CPO di Perairan Gili Iyang, Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Pencemaran Laut

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13.11 WIB

Tim KSOP. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, SumenepInsiden tumpahan minyak terjadi di perairan Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, menyusul cuaca buruk yang melanda jalur pelayaran laut.


Kapal tugboat TRANS PACIFIC 66 yang menarik tongkang INFO OCEAN MARINE X dilaporkan mengalami kendala saat berlayar dari Pelabuhan Satui menuju Pelabuhan Gresik.


Akibat cuaca ekstrem, tali penarik tongkang terpaksa dilepas. Tongkang kemudian hanyut ke arah Pulau Gili Iyang.


Tongkang bermuatan crude palm oil (CPO) sekitar 3.000 metrik ton itu mengalami kebocoran pada Kamis, 22 Januari 2026.


Dalam kondisi larat, tongkang akhirnya kandas di pesisir Desa Banra’as, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek.


Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, Azwar Anas, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kebocoran menyebabkan minyak tumpah ke laut.


“Tongkang bermuatan minyak mengalami kebocoran dan terjadi tumpahan di perairan,” ujar Azwar Anas, Jumat malam (23/1/2026).


Untuk mencegah pencemaran lingkungan laut, KSOP Kalianget langsung menekankan pihak perusahaan pengangkut agar segera melakukan penanggulangan.


Menurut Azwar, tim gabungan akan segera diterjunkan ke lokasi kejadian.


“Mulai besok, tim KSOP Kalianget bersama pihak perusahaan akan turun langsung ke perairan Pulau Gili Iyang untuk menyedot minyak yang tumpah,” jelasnya.


Upaya penanganan akan difokuskan di sekitar lambung kiri tongkang, khususnya pada tangki nomor 7 dan 9 yang diduga menjadi sumber kebocoran.


Langkah ini dilakukan untuk memastikan minyak yang tercecer tidak meluas dan mencemari ekosistem laut di sekitar Pulau Gili Iyang. (Sid) 

Bagikan:

Komentar