![]() |
| Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ditemani Anggota DPD RI, Lia Istifhama saat memenuhi undangan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan memenuhi undangan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Pertemuan resmi tersebut menjadi momentum penting penguatan hubungan bilateral, khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan vokasi, hingga pengembangan sektor ekonomi unggulan Jawa Timur.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Khofifah bersama Konsul Jenderal RRT membahas pengembangan SDM melalui program beasiswa bagi pelajar Jawa Timur, peningkatan kapasitas guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri global dan perkembangan teknologi.
Selain sektor pendidikan, kerja sama di bidang manufaktur juga menjadi agenda utama. Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat industri nasional yang potensial dikembangkan melalui kolaborasi investasi, alih teknologi, serta penguatan rantai pasok dengan mitra industri dari Tiongkok.
Tak kalah penting, pertemuan tersebut turut menyoroti peluang ekspor sarang burung walet asal Jawa Timur ke pasar Tiongkok. Komoditas bernilai ekonomi tinggi ini dipandang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, apabila didukung oleh regulasi yang jelas dan kerja sama perdagangan yang berkelanjutan.
Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM, daya saing industri daerah, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Langkah strategis tersebut mendapat apresiasi dari Senator Jawa Timur, Lia Istifhama. Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, kerja sama lintas negara harus diarahkan pada manfaat konkret bagi masyarakat Jawa Timur, terutama generasi muda dan pelaku usaha lokal.
“Penguatan kerja sama dengan Tiongkok harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang. Bukan hanya investasi ekonomi, tetapi juga investasi SDM. Program beasiswa, peningkatan kompetensi guru SMK, hingga pembukaan akses ekspor seperti sarang walet adalah langkah nyata yang menyentuh akar kesejahteraan rakyat,” ujar Ning Lia.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan penguatan regulasi agar kerja sama internasional tetap berpihak pada kepentingan daerah. Menurutnya, kolaborasi global harus menempatkan Jawa Timur tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam rantai ekonomi internasional.
“Kolaborasi global harus berlandaskan kemandirian daerah dan perlindungan pelaku usaha lokal, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pertemuan antara Gubernur Jawa Timur dan Konsul Jenderal RRT tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Diharapkan, pertemuan ini menjadi pintu masuk realisasi kerja sama konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok di berbagai sektor strategis ke depan. (Red)


Komentar