|
Menu Close Menu

Dini Rahmania Ajak Masyarakat Jadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Spirit Kehidupan Sosial

Senin, 15 Desember 2025 | 23.32 WIB

Anggota MPR RI, Hj Dini Rahmania saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Probolinggo — Anggota MPR RI, Hj. Dini Rahmania, mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai spirit utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pondok Pesantren HATI, Dusun Toroyan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (15/12/2025) malam.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga selesai itu diikuti oleh para guru dan orang tua siswa. Suasana dialogis mewarnai sosialisasi yang menitikberatkan pada penguatan pemahaman nilai kebangsaan di lingkungan keluarga dan pendidikan.


“Nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi fondasi dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan, tetapi benar-benar dihayati dan diamalkan,” ujar Dini Rahmania dalam pemaparannya.


Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika merupakan pedoman dasar untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.


Menurut Dini, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari menguatnya individualisme, konflik sosial berbasis identitas, hingga arus informasi digital yang kerap memicu disinformasi dan polarisasi. Dalam konteks itu, nilai-nilai kebangsaan menjadi instrumen penting untuk memperkuat kohesi sosial.


“Empat Pilar Kebangsaan mengajarkan kita tentang keadilan, toleransi, musyawarah, dan persatuan. Jika nilai-nilai ini diterapkan secara konsisten, maka potensi konflik di tengah masyarakat dapat diminimalisasi,” jelasnya.


Dini menekankan bahwa peran keluarga dan lembaga pendidikan, termasuk pesantren, sangat strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini. Menurutnya, pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai Pancasila akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.


“Pesantren dan keluarga adalah benteng pertama pembentukan karakter bangsa. Dari sinilah lahir generasi yang religius, toleran, dan cinta tanah air,” tambahnya.


Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo ini juga menilai bahwa pengamalan Empat Pilar Kebangsaan sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang menjunjung tinggi persaudaraan, keadilan, dan kemaslahatan bersama.


Sebagai tokoh muda Nahdliyin inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), Dini berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah persatuan.


“Jika Empat Pilar Kebangsaan benar-benar menjadi spirit hidup, maka masyarakat akan lebih bijak, saling menghormati, dan mampu menjaga harmoni sosial,” pungkasnya. (Ham) 

Bagikan:

Komentar