![]() |
| Anggota DPD RI asal Jawa Timur saat bertemu dengan Laksda TNI Ali Triswanto. (Dok/Istimewa). |
Dukungan itu disampaikan saat Lia Istifhama bertemu Laksda TNI Ali Triswanto di kantornya, Jumat (09/01/26). Dalam pertemuan tersebut, Lia mendengar langsung rencana penguatan pendidikan kebangsaan yang menjadi gagasan Gubernur Khofifah dan dinilai relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini.
“Gagasan Ibu Gubernur Khofifah tentang pendidikan kebangsaan sangat tepat. Ini bukan hanya program pendidikan, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan nasional,” ujar Lia.
Menurut Lia, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai provinsi dengan jumlah penduduk besar, keragaman sosial-budaya, serta peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, penguatan pendidikan kebangsaan di Jawa Timur dinilai akan memberi dampak luas bagi Indonesia.
Ia menekankan bahwa pendidikan kebangsaan harus dimulai sejak usia dini dan dikemas secara membumi. Penguatan Empat Pilar Kebangsaan, pembiasaan simbol-simbol nasional, hingga pendekatan yang relevan dengan kehidupan generasi muda di era digital dinilai menjadi kunci.
“Nasionalisme tidak boleh kalah oleh disrupsi digital. Pendidikan kebangsaan harus hadir di ruang kelas sekaligus di ruang digital,” tegasnya.
Sementara itu, Laksda TNI Ali Triswanto menyatakan dukungannya terhadap gagasan Gubernur Khofifah tersebut. Menurutnya, pendidikan kebangsaan merupakan bagian dari strategi pertahanan nonmiliter yang sangat penting.
“Ketahanan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan alutsista, tetapi juga oleh karakter dan kesadaran kebangsaan masyarakatnya,” kata Ali.
Ia menambahkan, sebagai negara kepulauan dengan dua pertiga wilayah berupa laut, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, semangat bela negara, dan kesadaran maritim yang kuat.
Lia Istifhama dan Laksda TNI Ali Triswanto sepakat bahwa gagasan pendidikan kebangsaan yang diusung Gubernur Khofifah perlu didukung secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan institusi pertahanan.
“Jika Jawa Timur kuat secara karakter dan kebangsaan, maka Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Lia. (Red)


Komentar