|
Menu Close Menu

Harga Kompetitif, Gus Lilur Lewat TBA Siap Pasok Kalsium Karbonat ke 9 Pabrik

Jumat, 23 Januari 2026 | 13.43 WIB

Owner dan Founder BIG, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Bandar Indonesia Grup (BIG) melalui anak perusahaannya, PT Tirto Boyo Agung (TBA), menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kalsium karbonat bagi sembilan pabrik besar di Jawa Timur dengan kualitas tinggi dan harga yang kompetitif.


Owner dan Founder BIG, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, mengatakan BIG saat ini mengelola 275 blok tambang kapur uruk yang tersebar di delapan kabupaten pada dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah. Blok tambang tersebut mencakup kapur industri, dolomit, serta kapur kalsium karbonat dengan nilai ekonomis tinggi.


“Di Jawa Timur, BIG memiliki blok tambang di Gresik, Lamongan, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Sementara di Jawa Tengah, tambang kami berada di Kabupaten Rembang,” ujar pengusaha nasional asal Situbondo yang akrab disapa Gus Lilur, Jumat (23/1/2026).


Menurutnya, potensi pasar kalsium karbonat di Jawa Timur sangat besar. Saat ini terdapat sembilan perusahaan besar, termasuk perusahaan multinasional, yang memproduksi kalsium karbonat dengan kebutuhan bahan baku berkisar antara 2 juta hingga 10 juta ton per tahun untuk setiap pabrik.


Salah satu produsen tersebut adalah Omya Indonesia, perusahaan multinasional yang dimiliki oleh investor asal Swiss dan Jerman. Omya Indonesia mengoperasikan tiga pabrik kalsium karbonat, dua di Jawa Timur dan satu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, wilayah yang telah memiliki tambang kapur uruk milik BIG.


“Secara keseluruhan, sembilan perusahaan internasional yang memiliki pabrik kalsium karbonat di Jawa Timur membutuhkan suplai sekitar 50 juta ton per tahun,” jelas Gus Lilur.


Ia menambahkan, dengan harga terendah kalsium karbonat spesifikasi 95 persen sebesar Rp220 ribu per ton, estimasi nilai ekonomi suplai kalsium karbonat di Jawa Timur mencapai Rp11 triliun per tahun.


Salah satu entitas BIG yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah PT Tirto Boyo Agung (TBA), yang telah mengantongi legalitas lengkap. TBA memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) 1266000733207 serta Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Nomor 12660007332070005, dengan luas wilayah tambang 40,48 hektare di Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.


Berdasarkan hasil uji laboratorium Sucofindo, kualitas kalsium karbonat TBA dinilai unggul. Kandungan calcium carbonate (CaCO₃) tercatat mencapai 95,26 persen pada lokasi depan dan meningkat hingga 99,46 persen pada lokasi tengah-belakang tambang. Kandungan pengotor lainnya tercatat sangat rendah. 


“Spesifikasi kalsium karbonat TBA bisa dikatakan sebagai spesifikasi tertinggi,” tegas Gus Lilur.


Ia juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tim geologi Omya Indonesia, suplai kalsium karbonat dengan spesifikasi 99 persen ke atas masih sangat jarang ditemukan di Indonesia, karena mayoritas suplai yang ada berada pada kisaran 95 hingga di bawah 98 persen.


“Dengan kualitas terbaik tersebut, TBA siap menawarkan suplai kalsium karbonat ke sembilan pabrik di Jawa Timur dengan harga yang lebih baik dan kompetitif,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar