![]() |
| Kemenag Kabupaten Situbondo saat menyalurkan bantuan untuk korban banjir.(Dok/Istimewa). |
Aksi peduli tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi warga yang tengah menghadapi musibah.
Sebanyak 54 titik sasaran mendapatkan perhatian dari Kemenag Situbondo. Sasaran tersebut meliputi Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pondok pesantren, masjid, serta musholla.
Kehadiran Kemenag di tengah masyarakat merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai Astra Protas Kementerian Agama dalam pelayanan kemanusiaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubag Tata Usaha Kemenag Situbondo, Kepala Seksi Bimas Islam, Kepala Seksi Zakat dan Wakaf, Kepala Seksi PAI, Kepala KUA Kecamatan Besuki, para penyuluh agama Islam, pengawas madrasah, serta jajaran pegawai Kemenag Situbondo.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Situbondo, Buhadi Den Anom, menyampaikan bahwa aksi peduli banjir merupakan rangkaian kegiatan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
“Peduli adalah sikap menolong saudara yang sedang dilanda kesusahan dan musibah. Nilai ini sejalan dengan pesan kemanusiaan dan ajaran moral,” ujar Buhadi Den Anom.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Besuki, Hasan Jasuli, mengajak seluruh pegawai dan penyuluh agama untuk mendoakan para korban banjir beserta keluarga agar diberi ketabahan dan kekuatan.
Ia menegaskan bahwa musibah tersebut merupakan duka bersama yang harus disikapi dengan empati dan kepedulian sosial.
“Kita semua turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita. Mari kita panjatkan doa agar para korban diberikan kesabaran dan kondisi segera pulih,” ungkap Hasan Jasuli.
Di sisi lain, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Besuki, Ahmad Zaini, menilai penyuluh memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat saat terjadi bencana.
Menurutnya, penyuluh dapat memberikan dukungan spiritual, emosional, dan psikologis kepada para korban agar tetap kuat menghadapi situasi sulit.
Melalui kepedulian dan kerja sama lintas elemen, Kemenag Situbondo berharap masyarakat terdampak banjir dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal. (Wan)


Komentar