|
Menu Close Menu

Khofifah Dorong IKA UNAIR Perkuat Sinergi Program Alumni dengan Agenda Pembangunan Nasional

Senin, 19 Januari 2026 | 00.05 WIB


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rakernas IKA UNAIR Periode 2025–2030 di City Forest, Jember. (Dok/KIP For FJN)
Lensajatim.id, Jember— Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong seluruh jajaran IKA UNAIR untuk menyusun dan mengimplementasikan program kerja yang terintegrasi serta selaras dengan prioritas pembangunan nasional.


Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA UNAIR Periode 2025–2030 yang digelar di City Forest, Jember, Minggu (18/1/2026). Menurutnya, peran strategis alumni perguruan tinggi perlu dimaksimalkan sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan yang berdampak luas dan berkelanjutan.


“Yang masih harus kita kerucutkan adalah bagaimana sinergi bidang dengan cabang, sinergi bidang dengan komisariat, hingga sinergi dengan pengurus cabang. Mengintegrasikan program menjadi kebutuhan hari ini, terutama agar sejalan dengan prioritas pembangunan nasional,” ujar Khofifah dalam sambutannya.


Khofifah menegaskan, keselarasan program alumni dengan agenda nasional akan membuat kontribusi IKA UNAIR lebih terukur dan nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan penguatan sektor perikanan sebagai peluang konkret yang dapat segera digarap bersama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan secara masif oleh pemerintah.


“Penguatan budidaya ikan untuk kebutuhan MBG bisa menjadi salah satu fokus. IKA UNAIR dapat menginisiasi pertemuan khusus di UPT terkait agar langsung turun ke lokasi pembenihan,” jelasnya.


Selain perikanan, Khofifah juga menyoroti sektor peternakan sapi perah yang tengah diprioritaskan pemerintah pusat. Ia menyebut Jawa Timur telah mendapatkan alokasi dukungan signifikan dari Kementerian Pertanian, mengingat tingginya ketergantungan impor susu nasional.


“Untuk sektor ini, saya mohon Fakultas Kedokteran Hewan menjadi leading sector. Kita bisa mengidentifikasi alumni yang telah menekuni peternakan sapi perah untuk menyiapkan tim, lokasi, dan kandang. Pemerintah akan menyiapkan sapinya,” ungkap Khofifah.


Lebih lanjut, Khofifah menilai Rakernas IKA UNAIR sebagai meeting of minds yang menyatukan gagasan dan potensi alumni lintas disiplin ilmu. Ia berharap forum tersebut tidak hanya memperkuat konsolidasi internal organisasi, tetapi juga melahirkan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Melalui Rakernas ini, kita perlu merumuskan plan of action dan detail plan yang jelas. Siapa timnya, siapa penanggung jawabnya. Besi paling baik ditempa selagi panas, maka saya mengajak untuk segera melakukan rapat koordinasi lanjutan,” tegasnya.


Rakernas IKA UNAIR turut dihadiri Wakil Ketua Umum PP IKA UNAIR Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto, Sekretaris Jenderal PP IKA UNAIR Indra Nur Fauzi, serta Sekretaris Dewan Pertimbangan PP IKA UNAIR Boedi Prijosoeprajitno. Sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang juga merupakan alumni UNAIR juga tampak hadir.


Rangkaian Rakernas yang berlangsung pada 17–18 Januari 2025 ini berjalan dalam suasana hangat dan kolaboratif. Selain perumusan program kerja, kegiatan juga dirangkai dengan jalan santai bersama para peserta.


Di sela kegiatan, Gubernur Khofifah menanam bibit durian kanyao dan menerima bantuan simbolis senilai Rp500 juta dari Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Red)

Bagikan:

Komentar