|
Menu Close Menu

KKK Bertemu Rektor UNAIR, Merajut Masa Depan Kalimantan Lewat SDM Unggul dan Lingkungan Lestari

Kamis, 22 Januari 2026 | 11.05 WIB

Audiensi Kerukunan Keluarga Kalimantan (KKK) dengan Rektor Unair Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya — Kerukunan Keluarga Kalimantan (KKK) menggelar audiensi resmi dengan Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., di Kantor Rektorat Kampus C UNAIR, Surabaya, Rabu (21/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi antara komunitas masyarakat Kalimantan dan institusi pendidikan tinggi. 


Dalam audiensi itu, Ketua KKK Dr. Asmirin Noor, S.E., M.M., menegaskan bahwa pembangunan Kalimantan ke depan harus bertumpu pada dua pilar utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, kekayaan alam semata tidak lagi cukup menjadi andalan tanpa diimbangi SDM yang unggul dan berdaya saing.


“Pembangunan Kalimantan tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. Yang jauh lebih penting adalah menyiapkan SDM berkualitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan agar pembangunan benar-benar berkelanjutan,” tegas Asmirin Noor.


Ia mengungkapkan, kesenjangan kualitas pendidikan dan kapasitas SDM antara Kalimantan dan Pulau Jawa masih menjadi tantangan nyata. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi ternama seperti UNAIR dinilai strategis untuk mencetak generasi Kalimantan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.


Menanggapi hal tersebut, Rektor UNAIR Prof. Muhammad Madyan menyambut positif inisiatif KKK dan menyatakan kesiapan UNAIR untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan Kalimantan. Sebagai putra daerah Kalimantan, Prof. Madyan menilai penguatan SDM merupakan kunci utama menghadapi tantangan masa depan, terutama di tengah berkurangnya ketergantungan pada sektor sumber daya alam.


“UNAIR sangat terbuka untuk berkolaborasi, baik melalui riset, pengembangan akademik, maupun pendampingan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, termasuk di bidang pendidikan dan pengelolaan lingkungan,” ujarnya.


Audiensi tersebut juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan strategis Kalimantan, mulai dari isu lingkungan hingga arah pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi antara komunitas daerah, pemerintah, dan institusi pendidikan diharapkan mampu melahirkan gagasan serta program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Pertemuan KKK dan UNAIR ini menjadi langkah awal terbangunnya sinergi jangka panjang dalam mendorong kemajuan Kalimantan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas manusia dan pelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. (Had) 

Bagikan:

Komentar