![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat mendapatkan cendera mata dari Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya, Laksamana Muda TNI Ali Triswanto. (Dok/Istimewa). |
Pemberian koin komando tidak sekadar seremoni, melainkan memiliki makna mendalam dalam tradisi militer, khususnya di lingkungan TNI Angkatan Laut. Challenge coin lazim diberikan kepada tokoh atau mitra strategis sebagai bentuk penghormatan, apresiasi, serta penguatan soliditas dan kerja sama lintas institusi.
Lia Istifhama menyampaikan apresiasi atas penghormatan tersebut. Ia menilai koin komando sebagai simbol kepercayaan sekaligus pesan untuk terus memperkuat kolaborasi antara institusi pertahanan dengan lembaga perwakilan daerah.
“Ini bukan sekadar cendera mata, tetapi simbol kehormatan dan kepercayaan. Saya memaknainya sebagai ajakan untuk memperkuat kolaborasi demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar Lia Istifhama, Senin (12/01/2026).
Dalam tradisi militer, koin komando juga menjadi identitas satuan dan lambang kebanggaan korps. Pemberiannya menandakan adanya hubungan yang harmonis, komunikasi yang baik, serta kesamaan visi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara.
Laksda TNI Ali Triswanto menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, peran wakil daerah seperti anggota DPD RI sangat strategis, terutama dalam memperkuat ketahanan sosial dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Ketahanan nasional tidak hanya dibangun dengan kekuatan alutsista, tetapi juga dengan soliditas, sinergi, dan dukungan masyarakat. Di sinilah peran tokoh-tokoh daerah menjadi penting,” ujarnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai wilayah strategis dalam sistem pertahanan nasional, baik dari aspek geopolitik, kemaritiman, maupun kekuatan sosial-budaya. Pemberian koin komando kepada Lia Istifhama dimaknai sebagai simbol kemitraan strategis antara TNI AL dan representasi daerah dalam menjaga persatuan serta kedaulatan bangsa. (Red)


Komentar