![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat rapat bersama Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro.(Dok/Istimewa). |
Hal itu disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat kunjungan kerja dan dialog bersama pemangku kepentingan olahraga di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Kamis (22/1/2026).
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan, setiap cabor memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berprestasi, termasuk cabor baru yang tumbuh dari komunitas masyarakat.
Terlebih, bagi cabor yang telah memiliki federasi internasional, peluang bersaing dinilai semakin terbuka.
“Efisiensi jangan dilihat sebagai hambatan. Justru dari efisiensi kita bisa mendorong efektivitas. Semua kembali pada strategi masing-masing cabor,” ujar Ning Lia.
Menurutnya, munculnya banyak cabor baru merupakan hal positif bagi ekosistem olahraga nasional. Namun, kesiapan organisasi dan manajemen tetap menjadi faktor penentu.
Ia menekankan pentingnya penguatan branding, tata kelola organisasi, serta pemanfaatan media sosial agar cabor baru mampu menarik minat publik.
“Cabor baru boleh bermunculan, dan itu membanggakan. Tapi harus diiringi strategi yang matang agar bisa berkembang,” tegasnya.
Ning Lia juga menyoroti pentingnya kemandirian pengurus cabor. Ia mendorong agar pengelolaan tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan pemerintah.
“Pengurus harus berdaya. Kemandirian ini penting agar cabor baru bisa sejajar dengan cabor-cabor besar,” tambah putri ulama nasional KH Maskur Hasyim tersebut.
Dalam dialog tersebut, Ning Lia turut menekankan perlunya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam pengelolaan olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat.
Menurutnya, harmonisasi regulasi akan membuat pembinaan olahraga berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Cabor harus tumbuh dari masyarakat, dikelola mandiri, dan memiliki strategi jangka panjang. Dengan begitu, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang prestasi,” pungkas Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai versi ARCI 2025 itu.
Sementara itu, Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, mengungkapkan jumlah cabor di Jawa Timur terus bertambah dan kini telah mencapai lebih dari 70 cabang.
Cabor tersebut mencakup olahraga-olahraga baru yang tumbuh dari inisiatif masyarakat.
“Semua inisiatif masyarakat kami sambut. Dispora adalah rumah bersama bagi pemuda dan olahraga,” ujarnya.
Ia menegaskan, Dispora terbuka untuk berdiskusi dan menyusun strategi bersama demi kemajuan olahraga Jawa Timur.
“Tujuan utama olahraga adalah membangun masyarakat yang sehat. Dari situ prestasi akan tumbuh secara alami,” kata Hadi. (Red)


Komentar