|
Menu Close Menu

Ning Lia Istifhama Apresiasi Mualaf Centre DMI Gresik, Masjid Didorong Jadi Ruang Ibadah yang Inklusif

Selasa, 06 Januari 2026 | 17.21 WIB

Anggota DPD RI, Lia Istifhama saat menerima penghargaan dari DMI Kabupaten Gresik.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik— Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tinggi terhadap Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik atas konsistensinya menghadirkan masjid sebagai ruang ibadah yang inklusif melalui keberadaan Mualaf Center. Program tersebut dinilai menjadi wujud nyata peran masjid tidak hanya sebagai tempat ritual keagamaan, tetapi juga pusat pembinaan iman dan sosial.


Apresiasi itu disampaikan Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut usai menerima DMI Award 2026 di Masjid Agung Gresik, Minggu (4/1/2026). Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendorong pemakmuran masjid yang ramah anak, ramah generasi muda, serta terbuka bagi para mualaf.


Ketua DMI Kabupaten Gresik, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa penganugerahan Senator Peduli Masjid kepada Ning Lia merupakan bentuk penghormatan atas peran aktifnya dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


“Masjid harus menjadi ruang bersama yang aman, terbuka, dan memberi rasa memiliki bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Zainal.


Menurut Ning Lia, keberadaan Mualaf Center DMI Gresik mencerminkan wajah Islam yang ramah dan penuh pendampingan. Ia menilai masjid memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam proses penguatan iman, sosial, dan psikologis bagi para mualaf.


“Saya sangat mengapresiasi program Mualaf Center yang diinisiasi DMI Gresik. Ini ikhtiar mulia yang menunjukkan bahwa masjid benar-benar menjadi rumah bersama, tempat siapa pun merasa diterima, dibimbing, dan dikuatkan,” ujar Ning Lia.


Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan dan relevansi masjid lintas generasi. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda di tengah tantangan zaman.


“Di mana pun anak-anak berada, mereka tidak boleh kekurangan tempat beribadah dan ruang tumbuh nilai. Masjid harus selalu hidup, makmur, dan hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.


Selain aspek pembinaan, Ning Lia menyoroti pentingnya kemandirian masjid melalui tata kelola keuangan yang sehat dan produktif. Ia mendorong pengembangan unit usaha halal berbasis masjid, penguatan strategi pendanaan, serta optimalisasi potensi ekonomi jamaah.


“Bersedekah dan memakmurkan masjid harus dipahami sebagai kebutuhan primer. Dari sanalah keberlangsungan masjid bisa terjaga,” kata putri KH Maskur Hasyim tersebut.


Ia juga mengajak para pengurus masjid untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan media sosial dan konten kreatif guna menjangkau generasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Islam.


“Masjid harus masuk ke dunia anak muda. Nilainya tetap, tetapi pendekatannya yang menyesuaikan,” imbuhnya.


Dalam kesempatan yang sama, DMI Kabupaten Gresik turut memberikan penghargaan kepada masjid dan musala berprestasi. Masjid Perum Omah Indah Menganti meraih penghargaan kategori masjid perumahan dan perkampungan, Masjid Khoirul Ngepung Kadamean dinobatkan sebagai masjid jami terbaik, serta Musala As Salam Ngargosari, Kebomas, yang meraih juara pertama kategori musala tingkat Kabupaten Gresik. (Red) 

Bagikan:

Komentar