|
Menu Close Menu

Senator Lia Istifhama Apresiasi Dispora Jatim, Dorong Olahraga Masyarakat di Tengah Rendahnya Kebugaran Generasi Muda

Sabtu, 24 Januari 2026 | 11.11 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama saat berkunjung dan bertemu dengan Kepala Dispora Provinsi Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, SurabayaAnggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur yang konsisten memperjuangkan penguatan olahraga masyarakat.


Apresiasi tersebut disampaikan Ning Lia saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dispora Jawa Timur di Surabaya, Kamis (22/1/2025).


Menurutnya, komitmen Dispora Jatim sangat relevan di tengah masih rendahnya tingkat kebugaran jasmani anak dan pemuda di Jawa Timur.


“Kami mengapresiasi Dispora Jatim yang serius mendorong olahraga masyarakat. Ini sejalan dengan keprihatinan kami terhadap kondisi kebugaran anak dan pemuda yang masih memprihatinkan,” ujar Ning Lia.


Ia menegaskan, rendahnya kebugaran jasmani bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan ancaman terhadap kualitas generasi masa depan.


Ning Lia menilai pembinaan olahraga tidak boleh hanya bertumpu pada olahraga prestasi melalui KONI, tetapi harus dimulai dari hulu melalui penguatan olahraga masyarakat.


“Jika hulunya rapuh, jangan berharap hilirnya kuat. Olahraga prestasi sulit tumbuh jika kebugaran masyarakatnya rendah,” tegasnya.


Secara regulasi, lanjut Ning Lia, olahraga masyarakat telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Dalam aturan tersebut, olahraga masyarakat menjadi salah satu kewenangan pemerintah provinsi dan berada di bawah induk organisasi seperti KORMI.


Namun demikian, ia menilai masih terdapat ketidaksinkronan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang berada dalam domain Kementerian Dalam Negeri.


Ketidaksinkronan tersebut berdampak pada lemahnya legitimasi pemerintah provinsi dalam mendukung program dan pendanaan olahraga masyarakat.


“Di banyak daerah, olahraga prestasi masih mendapat dukungan kuat, sementara olahraga masyarakat sebagai fondasi kebugaran belum memiliki payung kebijakan yang tegas,” jelasnya.


Karena itu, Ning Lia menegaskan komitmennya mendorong sinkronisasi regulasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Dalam Negeri.


“Kami ingin kewenangan provinsi benar-benar jelas, sehingga pembinaan olahraga masyarakat bisa lebih kuat, terencana, dan berkelanjutan,” tandasnya.


Sementara itu, Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, memaparkan kondisi kebugaran jasmani anak dan pemuda di Jawa Timur yang masih mengkhawatirkan.


Berdasarkan data 2024, anak usia 10–15 tahun dengan kategori kebugaran “baik ke atas” baru mencapai 10,2 persen, meski meningkat dibanding 2023 yang berada di angka 6,78 persen.


Namun, kategori kebugaran “kurang sekali” masih mencapai 46,7 persen, disusul kategori “kurang” sebesar 24,3 persen.


“Kondisi ini menjadi tantangan serius. Anak-anak membutuhkan kesehatan fisik dan keseimbangan psikis untuk menghadapi masa depan,” ujar Wawan.


Pada kelompok pemuda, tingkat literasi fisik berada pada skor 3,38 dari skala 1–5 atau kategori sedang. Tingkat partisipasi olahraga pemuda tercatat 30,9 persen.


Meski demikian, tingkat kebugaran jasmani pemuda dengan kategori “baik ke atas” baru mencapai 6,9 persen. Sementara kategori “kurang sekali” masih mendominasi hingga 58,2 persen.


“Data ini menjadi alarm bahwa olahraga masyarakat harus menjadi prioritas kebijakan,” tegas Wawan.


Menutup pernyataannya, Ning Lia menekankan pentingnya sinergi antara langkah Dispora Jatim di daerah dan perjuangan regulasi di tingkat pusat.


“Dispora Jatim sudah bekerja di lapangan. Tugas kami di DPD RI memastikan payung hukumnya kuat agar olahraga masyarakat benar-benar menjadi kekuatan strategis pembangunan manusia,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar