![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat wawancara dengan media.(Dok/Istimewa). |
Menurut Lia Istifhama, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas kepemimpinan dan konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengelola sektor pertanian secara efektif. Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kebijakan di daerah yang selama ini menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional.
“Penghargaan ini bukan hanya milik Gubernur Khofifah secara personal, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Timur, terutama para petani. Mereka telah membuktikan bahwa Jawa Timur mampu menjadi penopang utama swasembada pangan nasional,” ujar Lia Istifhama, Kamis (8/1/2025).
Lia menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program strategis Pemprov Jatim berjalan terarah dan berdampak nyata. Upaya penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, perbaikan irigasi, serta pompanisasi dinilai berkontribusi besar dalam meningkatkan produktivitas dan memperluas areal tanam. Hasilnya, produksi padi dan beras Jawa Timur berada pada posisi tertinggi nasional.
Ia juga menekankan bahwa capaian Jawa Timur mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, Forkopimda, dan kelembagaan petani. Sinergi ini sekaligus selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai pondasi kemandirian bangsa.
“Penghargaan Satyalancana Wira Karya menjadi simbol bahwa Jawa Timur mampu menjawab mandat nasional di bidang pangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan produksi ini beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.
Putri ulama kharismatik Jawa Timur, KH Masykur Hasyim, itu berharap pencapaian Jawa Timur dapat menjadi model praktik baik bagi daerah lain. Ia optimistis, dengan konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, Jawa Timur akan terus menjadi motor penggerak utama swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. (Red)


Komentar