![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima audiensi Dewan Energi Madura (DEM) di Gedung Senayan, Jakarta.(Dok/Istimewa). |
Penegasan itu disampaikan saat menerima audiensi Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Madura di Kantor DPD RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Lia menyoroti kondisi paradoks yang masih dialami Pulau Madura. Wilayah ini berkontribusi besar terhadap pasokan energi, termasuk menopang kebutuhan BBM Jawa Timur.
Namun, akses dan kualitas SDM lokal di sektor energi strategis dinilai masih tertinggal.
“Energi kita melimpah, tetapi SDM daerah penghasil belum sepenuhnya mendapat ruang,” ujar Lia Istifhama.
DEM Madura yang dipimpin Abdul Syakur mendorong adanya program beasiswa serta pembukaan jurusan atau program studi migas bagi generasi muda Madura.
Menurut mereka, sektor migas hingga kini masih didominasi tenaga kerja dari luar daerah.
Menanggapi hal tersebut, Lia menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan pendidikan dan peningkatan kapasitas SDM lokal.
Ia menegaskan, pembangunan energi tidak boleh berhenti pada aspek produksi semata.
“Tanpa investasi pada manusia, ketimpangan akan terus berulang,” tegas senator asal Jawa Timur itu.
Lia menilai beasiswa, pendidikan vokasi, dan jurusan migas merupakan langkah strategis yang perlu segera direalisasikan.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan afirmatif agar manfaat pengelolaan energi dirasakan langsung masyarakat daerah penghasil.
Termasuk di dalamnya, peluang pendidikan dan kerja bagi putra-putri lokal, serta keterlibatan perempuan Madura.
Selain itu, Lia mengapresiasi peran mahasiswa sebagai mitra kritis negara dalam mengawal kebijakan energi yang adil dan berkelanjutan.
“Mahasiswa hadir dengan gagasan dan kepedulian. Ini bentuk kepemimpinan masa depan,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, DEM Madura turut menyampaikan gagasan literasi dan edukasi energi bagi pemuda daerah.
Sebagai tindak lanjut, Lia menyatakan komitmennya mengawal aspirasi tersebut ke kementerian dan lembaga terkait.
“Energi harus menjadi jalan kemajuan, bukan sekadar sumber produksi. Kuncinya ada pada SDM daerah,” pungkas Lia. (Red)


Komentar