|
Menu Close Menu

Usia Harapan Hidup Capai 74 Tahun, Menteri Wihaji dan Senator Lia Istifhama Ungkap Peran Sentral Keluarga

Jumat, 16 Januari 2026 | 09.44 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat bertemu dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga/BKKBN) Wihaji.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga/BKKBN) Wihaji menegaskan bahwa masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Penegasan tersebut didasarkan pada data usia harapan hidup masyarakat Indonesia yang kini mencapai 74 tahun, di mana sebagian besar fase kehidupan manusia dijalani dalam lingkungan keluarga.


Hal itu disampaikan Wihaji saat menerima Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di Kantor Mendukbangga/BKKBN, Kamis (15/1). Pertemuan tersebut membahas peran strategis kementerian dalam pengelolaan kependudukan sekaligus pembangunan manusia secara berkelanjutan.


Wihaji menjelaskan, dari rata-rata 74 tahun usia hidup masyarakat Indonesia, sekitar 68 tahun dijalani dalam kehidupan berkeluarga. Kondisi ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki posisi sentral dalam membentuk karakter, kesehatan mental, produktivitas, serta ketahanan bangsa.


“Jika sebagian besar hidup manusia dijalani dalam keluarga, maka masa depan bangsa juga ditentukan dari sana. Negara harus serius membangun keluarga,” ujar Wihaji.


Ia menambahkan, mandat Mendukbangga/BKKBN tidak hanya terbatas pada pengendalian laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga mencakup pembangunan manusia sepanjang siklus kehidupan, mulai dari kelahiran hingga usia lanjut.


Senator Lia Istifhama menyampaikan pandangan yang sejalan. Menurutnya, data usia harapan hidup tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, melainkan harus menempatkan keluarga sebagai pusat kebijakan.


“Jika 68 tahun hidup manusia dihabiskan dalam keluarga, maka di situlah nilai, karakter, dan daya tahan bangsa dibentuk,” kata Lia.


Ia menekankan pentingnya penguatan peran orang tua, pendidikan keluarga, serta pendampingan berkelanjutan agar keluarga mampu menjalankan fungsinya secara optimal.


Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Mendukbangga/BKKBN bersama DPD RI untuk mendorong pembangunan manusia berbasis keluarga. Pendekatan ini dinilai penting agar peningkatan usia harapan hidup sejalan dengan peningkatan kualitas hidup dan ketahanan bangsa secara berkelanjutan. (Red) 

Bagikan:

Komentar