|
Menu Close Menu

Ansor Jatim Desak Evaluasi LPDP dan Penguatan Komitmen Kebangsaan Alumni

Senin, 23 Februari 2026 | 23.35 WIB

 

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa' Safril. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur mendorong evaluasi menyeluruh terhadap program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).


Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menilai perlu ada perbaikan sistem agar program beasiswa negara tersebut semakin inklusif dan berkeadilan.


Menurut Safril, berkembang persepsi di tengah masyarakat bahwa akses terhadap beasiswa LPDP cenderung lebih mudah dijangkau kalangan yang secara ekonomi telah mapan.


Ia menyoroti sejumlah persyaratan, seperti standar kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) dan kelengkapan administratif lainnya, yang dinilai lebih mudah dipenuhi oleh peserta dengan fasilitas pendidikan memadai.


“Jika tidak ada afirmasi dan keberpihakan yang jelas, maka yang menikmati program ini bisa jadi hanya mereka yang secara finansial sudah kuat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).


Karena itu, Safril mendorong evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah kebijakan program. Ia berharap akses beasiswa semakin terbuka bagi putra-putri daerah, kalangan pesantren, serta kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.


Menurutnya, beasiswa negara harus menjadi instrumen pemerataan dan keadilan sosial, bukan sekadar fasilitas bagi kelompok tertentu.


Selain aspek akses, PW GP Ansor Jatim juga menekankan pentingnya komitmen kebangsaan bagi para penerima beasiswa. Safril menyampaikan bahwa alumni LPDP, khususnya yang menempuh pendidikan di luar negeri, diharapkan kembali dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.


Ia menegaskan, program yang dibiayai oleh dana publik harus menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berintegritas dan memiliki orientasi nasional yang kuat.


“Setiap penerima beasiswa harus memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh dan kembali untuk berkontribusi nyata bagi Indonesia,” tegasnya.


PW GP Ansor Jawa Timur juga menyayangkan munculnya konten viral bertajuk “Cukup Saya WNI, Anak Jangan” yang dibuat oleh seorang penerima beasiswa LPDP. Konten tersebut dinilai melukai rasa kebangsaan dan mencederai semangat nasionalisme, terlebih disampaikan oleh pihak yang memperoleh pembiayaan pendidikan dari negara.


Organisasi kepemudaan tersebut berharap penguatan sistem pembinaan, pengawasan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian integral dalam tata kelola program beasiswa.


Dengan demikian, investasi negara melalui LPDP benar-benar melahirkan generasi unggul yang berdaya saing global sekaligus setia pada kepentingan nasional. (Had) 

Bagikan:

Komentar