![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama bersama keluarga dalam sebuah acara foto bersama dengan Mensos Gus Ipul.(Dok/Istimewa). |
Menurut Ning Lia, komitmen Kementerian Sosial dalam menjaga keberlangsungan bantuan sosial (bansos) menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat, terutama kelompok rentan di tengah tantangan efisiensi anggaran.
“Gus Ipul ini bukan tipe yang mengeluh. Justru beliau langsung bergerak mencari solusi agar program sosial tetap berjalan, terutama bansos yang menyentuh masyarakat kecil,” ujarnya, Kamis (26/03/2026).
Ia menilai kepemimpinan Gus Ipul mencerminkan sosok “pejuang dan petarung” yang mampu menjaga stabilitas program prioritas meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Salah satu langkah strategis yang mendapat sorotan adalah penguatan program Sekolah Rakyat.
Program ini dinilai penting dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menjadi upaya jangka panjang memutus rantai kemiskinan. Ning Lia menyebut, pendidikan menjadi fondasi utama dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Selain itu, pembenahan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) juga dinilai sebagai langkah krusial dalam meningkatkan efektivitas kebijakan. Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, penyaluran bansos diharapkan tepat sasaran dan minim tumpang tindih.
“Perbaikan DTSEN ini sangat penting. Dengan data yang akurat, kebijakan bansos akan lebih efektif dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ning Lia juga menyoroti keputusan Kementerian Sosial yang tetap menjaga anggaran bansos agar tidak mengalami pengurangan, termasuk dukungan operasional penyalurannya. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberanian sekaligus komitmen dalam memastikan perlindungan sosial tetap optimal.
“Di tengah efisiensi, bansos tetap diprioritaskan. Ini menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada rakyat,” tambahnya.
Diketahui, Gus Ipul memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan dan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, hingga Wakil Gubernur Jawa Timur selama dua periode mendampingi Soekarwo.
Selain itu, kiprahnya di organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama turut membentuk karakter kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.
Bagi Ning Lia, kombinasi pengalaman birokrasi dan kedekatan sosial tersebut menjadikan Gus Ipul sebagai figur yang mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Beliau terbiasa berada di tengah masyarakat, sehingga tahu apa yang harus diprioritaskan. Itulah kenapa saya menyebut beliau sebagai pejuang, karena selalu mencari solusi yang berdampak langsung,” pungkasnya.
Dengan penguatan program sosial seperti bansos, Sekolah Rakyat, dan pembaruan data terpadu, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. (Red)


Komentar