![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melantik 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur. Kegiatan ini juga diiringi doa bersama agar para kepala sekolah yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan baik.
“Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu Kepala Sekolah yang baru saja dilantik dapat menjadi pemimpin yang amanah dan inovatif, sehingga mampu melahirkan para murid yang sukses dan unggul,” ujar Khofifah.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1008/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah yang ditetapkan di Surabaya pada 9 Maret 2026.
Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, posisi kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah besar dalam membentuk masa depan bangsa.
“Dari tangan panjenengan akan lahir generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia maju dengan kemiskinan rendah dan pertumbuhan ekonomi tinggi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang inovatif, adaptif, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu mendorong perubahan dan peningkatan kualitas pembelajaran.
“Kepala sekolah harus kreatif, responsif terhadap perubahan, dan menjadi role model bagi seluruh warga sekolah,” tambahnya.
Selain itu, Khofifah mendorong penguatan kolaborasi antara sekolah dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, kemitraan strategis menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki daya saing global.
“Bangun sinergi dan kolaborasi sebaik mungkin. Kemitraan dengan dunia usaha dan industri sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang positif bagi peserta didik.
“Pastikan tidak ada bullying maupun kekerasan di sekolah. Pendidikan adalah ruang pertumbuhan, bukan ruang hukuman,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penataan, mutasi, dan promosi kepala sekolah merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dalam rangka meningkatkan efektivitas layanan pendidikan.
“Promosi adalah bentuk apresiasi, sementara penataan dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan semakin merata dan berkualitas,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus menjaga dan meningkatkan prestasi pendidikan di Jawa Timur. Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh peserta yang hadir.
“Kita berharap panjenengan semua kuat, sabar, dan sukses dalam menjalankan amanah ini. Mari kita jaga dan tingkatkan prestasi pendidikan Jawa Timur,” pungkasnya. (Red)


Komentar