|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Pimpin Apel Perdana Pasca Lebaran, Tekankan WFH untuk Efisiensi dan Layanan Publik Tetap Optimal

Kamis, 26 Maret 2026 | 12.52 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak Halal Bihalal Pasca Lebaran dengan ASN Pemprov Jatim.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang  dirangkaikan dengan Halal Bihalal pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur ini digelar sederhana, namun penuh khidmat dan makna.


Apel ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta menyatukan kembali semangat pengabdian ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.


Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Rabu mulai awal April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan energi, selaras dengan arahan pemerintah pusat.


“Mulai minggu depan WFH dilaksanakan setiap hari Rabu. Sementara Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat tetap bekerja dari kantor. Ini bagian dari langkah efisiensi energi,” ujar Khofifah.


Meski demikian, ia menekankan bahwa penerapan WFH bukan bentuk pelonggaran kerja, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan produktivitas tinggi dari seluruh ASN.


“Pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru harus tetap optimal dengan koordinasi yang semakin kuat. Beberapa sektor pelayanan tetap bekerja penuh di kantor,” tegasnya.


Khofifah menjelaskan, kebijakan WFH dipilih dibandingkan Work From Anywhere (WFA) karena dinilai lebih efektif dalam menjaga produktivitas. Selain itu, lingkungan rumah dinilai dapat memberikan dukungan langsung dari keluarga terhadap ASN yang sedang bekerja.


Ia juga menyebutkan bahwa hari Rabu dipilih sebagai waktu pelaksanaan WFH karena dianggap paling ideal dalam menjaga ritme kerja sekaligus menghindari potensi peningkatan konsumsi BBM akibat fenomena long weekend.


Berdasarkan perhitungan, rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh jarak sekitar 14 kilometer menuju kantor atau sekitar 28 kilometer pulang-pergi setiap hari. Dengan WFH satu hari dalam sepekan, efisiensi energi diharapkan dapat tercapai secara signifikan.


“Kalau WFH di hari Jumat, ada kecenderungan long weekend yang justru meningkatkan mobilitas dan konsumsi BBM,” jelasnya.


Lebih lanjut, Khofifah meminta seluruh perangkat daerah memastikan bahwa kebijakan ini tidak mengganggu kualitas layanan publik. Pengawasan terhadap kehadiran dan kinerja ASN akan diperkuat, termasuk melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).


“Produktivitas tidak boleh menurun. Layanan publik harus tetap responsif dan tanpa hambatan,” imbuhnya.


Dalam suasana Idul Fitri, Khofifah juga mengajak seluruh ASN menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk memperkuat soliditas dan semangat pengabdian. Nilai-nilai yang telah ditempa selama Ramadan, seperti disiplin, kejujuran, dan keikhlasan, diharapkan tercermin dalam kinerja sehari-hari.


“Hari ini adalah momentum reset semangat. ASN harus bekerja lebih profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.


Ia menegaskan, ASN Jawa Timur harus menjadi garda terdepan dalam memastikan masyarakat merasa aman, terlayani, dan diperhatikan oleh negara.


“Tidak boleh ada penurunan ritme kerja pasca libur. Ini menjadi tolok ukur komitmen kita dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Khofifah.


Sebagai penutup, Gubernur Khofifah meminta seluruh layanan publik kembali berjalan normal dalam waktu satu minggu ke depan tanpa adanya penumpukan pekerjaan.


Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bihalal bersama seluruh ASN dan pimpinan BUMD di lingkungan Pemprov Jawa Timur. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk bersalaman serta mempererat kebersamaan dalam suasana penuh kehangatan. (Red) 

Bagikan:

Komentar