|
Menu Close Menu

Gus Lilur Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia

Senin, 16 Maret 2026 | 08.11 WIB

Lensajatim.id, Surabaya– Pengusaha asal Situbondo, Jawa Timur, Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, mulai menjajaki langkah ekspansi bisnis tembakau ke pasar internasional. Melalui perusahaan yang dipimpinnya, Bandar Rokok Nusantara Global Group (BARONG Group), ia tengah mempertimbangkan akuisisi sebuah pabrik rokok di Malaysia.


Penjajakan tersebut dilakukan dengan berkonsultasi langsung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur guna memperoleh pemahaman mengenai regulasi industri rokok di negara tersebut serta peluang investasi yang memungkinkan. 


Dalam pertemuan tersebut, Gus Lilur diterima oleh Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia, Danang Waskito, bersama sejumlah pejabat kedutaan lainnya. Diskusi berlangsung hangat dan membahas berbagai aspek, mulai dari regulasi industri, iklim investasi, hingga kemungkinan kerja sama yang dapat ditempuh oleh pelaku usaha Indonesia di Malaysia. 


"Saya merasa sangat bahagia sebagai warga negara yang sedang berada di luar negeri. Berkonsultasi ke kedutaan serasa menemukan rumah orang tua, tempat di mana kami bisa mengadu dan mendapatkan solusi nyata atas rencana bisnis kami,” ujar Gus Lilur, Senin (16/3/2026).


Gus Lilur menjelaskan bahwa langkah akuisisi menjadi opsi yang realistis untuk memasuki pasar Malaysia. Pasalnya, pemerintah Malaysia dikabarkan tidak lagi menerbitkan izin baru untuk pendirian pabrik rokok, sehingga membeli perusahaan yang sudah memiliki izin operasional menjadi salah satu jalan yang dapat ditempuh. 


Menurutnya, keberadaan pabrik rokok di Malaysia nantinya tidak hanya membuka peluang produksi di negara tersebut, tetapi juga memperluas jaringan distribusi tembakau Nusantara ke industri rokok yang ada di kawasan Asia Tenggara.


Dalam pertemuan itu, pihak kedutaan juga memberikan sejumlah masukan terkait langkah hukum dan mekanisme investasi di Malaysia. Bahkan, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur turut membantu menghubungkan BARONG Group dengan seorang pengacara lokal yang dapat mendampingi proses kajian hukum terkait rencana akuisisi tersebut. 


Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) ini menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh perwakilan diplomatik Indonesia. Menurutnya, keberadaan kedutaan menjadi tempat penting bagi warga negara Indonesia yang menjalankan aktivitas usaha di luar negeri.


Setelah agenda konsultasi di Kuala Lumpur, ia dijadwalkan melanjutkan perjalanan bisnis ke Manila, Filipina, sebagai bagian dari penjajakan pasar untuk memperluas jaringan industri rokok dan perdagangan tembakau di kawasan Asia. 


Langkah ekspansi ini merupakan bagian dari strategi besar BARONG Group dalam membangun ekosistem industri tembakau berbasis nasional yang terintegrasi dengan pasar global. Melalui jaringan produksi, distribusi, dan kerja sama internasional, Gus Lilur berharap komoditas tembakau Indonesia dapat memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar dunia.  (Red) 

Bagikan:

Komentar