|
Menu Close Menu

Pemprov Jatim Salurkan 9.300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan Desa dan Kabupaten

Senin, 16 Maret 2026 | 10.41 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan aspal untuk jalan Desa dan Kabupaten di Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, SurabayaPemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pembangunan infrastruktur daerah melalui program bantuan aspal drum bagi pemerintah kabupaten dan desa. Hingga tahun 2026, sebanyak 9.300 drum aspal telah disalurkan guna mempercepat perbaikan jalan serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pembangunan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan di daerah.


“Dengan dukungan aspal dari Pemprov dan agregat dari pemerintah kabupaten maupun desa, pemeliharaan jalan seperti penambalan lubang bisa dilakukan lebih cepat sehingga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat meningkat,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (14/3/2026). 


Program Pembinaan Jalan Kabupaten melalui bantuan aspal drum ini telah berjalan sejak 2024 dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahap awal tahun 2024, Pemprov Jawa Timur menyalurkan lebih dari 1.500 drum aspal kepada empat kabupaten.


Selanjutnya pada 2025, jumlah bantuan meningkat signifikan menjadi lebih dari 5.300 drum yang didistribusikan ke 20 kabupaten di Jawa Timur. Sementara pada 2026, dari total rencana bantuan 7.000 drum, sebanyak 2.500 drum telah disalurkan kepada sejumlah daerah prioritas yang membutuhkan perbaikan jalan.


Menurut Khofifah, program ini dirancang agar proses perbaikan jalan di tingkat kabupaten dan desa dapat dilakukan lebih cepat melalui kerja sama lintas pemerintah. Pemprov menyediakan material aspal, sementara pemerintah daerah menyiapkan tenaga dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.


“Perbaikan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan program ini kita ingin memastikan aksesibilitas masyarakat semakin baik sehingga mobilitas dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar,” katanya.


Berdasarkan perhitungan teknis, total bantuan aspal yang disalurkan sejak 2024 hingga 2026 diperkirakan mampu memperbaiki jalan kabupaten dan desa seluas sekitar 485.000 meter persegi.


Dengan asumsi lebar rata-rata jalan sekitar lima meter, capaian tersebut setara dengan perbaikan hampir 100 kilometer ruas jalan di berbagai wilayah Jawa Timur.


Khofifah menegaskan, peningkatan kualitas infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas hingga distribusi barang dan jasa.


“Ketika jalan semakin baik, distribusi barang dan mobilitas masyarakat juga semakin lancar. Ini tentu akan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan di daerah,” jelasnya.


Ia berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa dalam program ini terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur dapat berlangsung lebih cepat, merata, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.


“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan kerja bersama, kita bisa menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih baik dan aman bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar