![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menggelar Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Wonocolo, Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan ini diikuti para Ketua RT dan RW dari wilayah Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo. Dalam kesempatan tersebut, Lia Istifhama—yang akrab disapa Ning Lia—menekankan pentingnya memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, tokoh masyarakat seperti ketua RT dan RW memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Mereka berada di garis terdepan dalam membangun harmoni sosial serta menanamkan semangat persatuan di lingkungan masing-masing.
“Empat pilar ini harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. RT dan RW memiliki peran penting untuk menjaga kerukunan, persatuan, serta semangat gotong royong di masyarakat,” ujar Ning Lia di hadapan peserta.
Dalam forum tersebut, Ning Lia juga berbagi kisah perjalanan hidupnya hingga dipercaya masyarakat menjadi anggota DPD RI dengan dukungan hampir tiga juta suara dari warga Jawa Timur. Ia menuturkan bahwa proses perjuangan tersebut tidak selalu mudah.
“Dalam perjalanan hidup, saya pernah merasakan kondisi keuangan yang sangat terbatas, bahkan saldo rekening hanya tersisa puluhan ribu rupiah. Namun jika niat kita baik dan yakin, Allah selalu memberikan jalan,” ungkapnya.
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menegaskan bahwa dukungan jutaan suara masyarakat merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan kerja nyata serta komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kepercayaan dari masyarakat Jawa Timur adalah amanah besar. Karena itu, saya berusaha bekerja dengan niat tulus agar bisa terus memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para tokoh lingkungan, untuk tidak takut memiliki mimpi serta terus berupaya memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Di negara kita jangan sampai takut bermimpi. Jika niat kita untuk kebaikan dan kemaslahatan masyarakat, insyaAllah selalu ada jalan,” pungkasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, KH Sumarhan, menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh hubungan antarmanusia, tetapi juga harus diimbangi dengan kedekatan kepada Allah SWT.
“Khoirunnasi anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Karena itu hubungan kepada Allah dan kepada manusia harus berjalan seimbang agar tujuan menyejahterakan umat dapat tercapai,” ujarnya. (Red)


Komentar