![]() |
| Kegiatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Bandung, Jawa Barat. (Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan pengurus dan anggota Muslimat NU dari berbagai daerah di Jawa Barat. Suasana berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan selawat, serta tausiyah dari sejumlah tokoh agama.
Dalam momentum tersebut, Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Barat membacakan deklarasi berisi sembilan seruan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seruan tersebut menekankan pentingnya penghentian konflik bersenjata serta dorongan kuat untuk mewujudkan perdamaian dunia sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan global.
“Surat ini adalah seruan kita kepada dunia, khususnya kepada PBB, agar berkomitmen menghentikan perang dan menghadirkan perdamaian,” tegas Khofifah.
Adapun sembilan poin yang disampaikan meliputi dorongan penghentian konflik bersenjata, penguatan diplomasi damai, serta perlindungan maksimal bagi warga sipil, khususnya perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Selain itu, juga ditekankan pentingnya perlindungan tenaga medis, fasilitas kesehatan, insan pendidikan, serta jurnalis di wilayah konflik.
Seruan lainnya mencakup jaminan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, penegakan hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia, peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian, hingga upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik, termasuk pemulihan psikososial bagi korban.
Khofifah menilai peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor, termasuk dalam diplomasi perdamaian dan isu kemanusiaan global. Ia menyebut, kekuatan Muslimat NU yang didukung 136 disiplin ilmu dalam asosiasi profesornya menjadi modal besar untuk memberikan kontribusi nyata di tingkat internasional.
Menurutnya, deklarasi tersebut menunjukkan bahwa Muslimat NU tidak hanya berfokus pada persoalan domestik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap dinamika global.
“Surat ini akan dikirimkan secara kolektif ke PBB melalui koordinasi dengan berbagai organisasi perempuan lainnya,” ujarnya.
Selain isu kemanusiaan, kegiatan ini juga diharapkan berdampak positif bagi pemberdayaan ekonomi anggota. Melalui kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Muslimat NU terus mendorong program-program seperti perencanaan haji dan umrah serta layanan cicilan emas.
“Kehadiran BSI diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi anggota Muslimat NU,” kata Khofifah.
Di akhir acara, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada para keluarga, khususnya suami anggota Muslimat NU, atas dukungan yang diberikan sehingga para peserta dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
“Dukungan keluarga menjadi fondasi penting bagi perempuan Muslimat NU dalam berkontribusi bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Mustasyar PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, Dewan Pertimbangan PP Muslimat NU Hj. Farida Sholahuddin Wahid, jajaran Dewan Pembina PP Muslimat NU, pengurus PW Muslimat NU Jawa Barat, serta pengurus dan anggota PC Muslimat NU dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. (Red)


Komentar