![]() |
| Kegiatan workshop sinema bertajuk “Inside The Frame” yang digelar pada 24–25 April 2026 di Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya. (Dok/Istimewa). |
Kepala Humas iSTTS Surabaya, Mas Rara Dwi Yanti Handayani menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai workshop sinema terintegrasi terbesar di Jawa Timur, yang menggabungkan teori dan praktik industri dalam satu rangkaian pembelajaran utuh. Berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, acara ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, serta komunitas kreatif.
"Mengusung konsep berbeda dari workshop pada umumnya, Inside The Frame menghadirkan pengalaman langsung di dunia produksi film profesional," jelasnya, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan itu diawali dengan sesi materi penyutradaraan bersama Wendy Aga, sutradara film Agak Laen: Menyala Pantiku, yang mengajak peserta memahami bagaimana sebuah cerita dikembangkan menjadi visi visual yang kuat.
Tidak hanya teori, peserta juga diajak masuk ke set film yang dibangun khusus di area kampus. Di lokasi ini, mereka mempraktikkan berbagai tahapan produksi, mulai dari blocking pemain, penataan pencahayaan, hingga pengoperasian kamera layaknya di industri profesional.
Salah satu daya tarik utama workshop ini adalah kesempatan langka menggunakan kamera sinema medium format Fujifilm GFX Eterna, yang dikenal mampu menghasilkan kualitas visual sinematik dengan detail tinggi. Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan dukungan lensa dari DZOFilm yang tengah populer di kalangan sineas.
Keunikan lain dari Inside The Frame terletak pada alur kerja yang terintegrasi. Setelah proses pengambilan gambar, peserta langsung mempelajari tahap pascaproduksi di ruang color grading yang telah disiapkan. Sesi ini dipandu oleh Yulia Anggraeni, Colorist sekaligus Founder Klöver Colour Studio, yang membimbing penggunaan perangkat profesional seperti DaVinci Resolve.
Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang proses produksi film, mulai dari penyutradaraan, produksi di lapangan, hingga tahap akhir penyempurnaan visual.
Selain workshop, pengunjung juga dapat mengakses area eksibisi yang menampilkan berbagai perangkat sinema terbaru dari sejumlah brand ternama seperti Fujifilm, Hollyland, Aputure, Blackmagic Design, dan Zeiss.
Melalui kegiatan ini, bìsasínema dan Sentra Digital Surabaya bersama ISTTS membuka peluang luas bagi generasi muda untuk merasakan langsung standar kerja industri film profesional—bahkan dengan teknologi yang jarang diakses publik—tanpa biaya.
Inisiatif ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi sineas muda di Surabaya dan Jawa Timur, sekaligus mendorong lahirnya talenta kreatif yang siap bersaing di industri kreatif yang kian dinamis dan kompetitif. (Had)


Komentar