|
Menu Close Menu

Ning Lia Istifhama Ungkap Peran Tim Loyal dan Non-Pragmatis dalam Menjaga Amanah Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22.30 WIB

Anggota MPR RI Lia Istifhama saat dalam acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Banyuwangi.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Banyuwangi – Anggota MPR RI dari unsur DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya menjaga amanah masyarakat melalui integritas dan dukungan tim yang solid. Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai kepentingan pragmatis, ia menilai konsistensi dalam memegang nilai menjadi kunci utama merawat kepercayaan publik.


Hal itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Ning Lia saat kegiatan serap aspirasi di Masjid Besar Arraudlah, Minggu (19/04/2026).


Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari peran tim yang bekerja dengan loyalitas dan menjunjung tinggi nilai perjuangan, bukan sekadar kepentingan sesaat.


“Saya bersyukur dikelilingi tim yang tidak pragmatis dan tetap loyal. Mereka bekerja bukan karena kepentingan sesaat, tetapi karena komitmen terhadap nilai dan perjuangan bersama,” ujarnya.


Ning Lia menegaskan, kejujuran merupakan fondasi utama dalam politik. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah hal yang sangat berharga dan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.


“Kepercayaan itu mahal. Sekali kita tidak jujur, kepercayaan akan runtuh. Karena itu, saya selalu berusaha menjaga integritas dalam setiap langkah,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbagi kisah perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Ia mengaku pernah berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi, namun tetap berusaha membantu sesama.


“Saya pernah berada di titik nol, bahkan tanpa uang. Tapi dalam kondisi itu, saya tetap berusaha memberi semampu saya,” ungkapnya.


Sejak muda, ia terbiasa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam menjaga komitmen sebagai wakil rakyat.


“Kalau kita ingat proses jatuh bangun itu, kita tidak akan mudah tergoda untuk mengkhianati amanah masyarakat,” imbuhnya.


Ning Lia juga menegaskan pentingnya pendekatan “jemput bola” dalam menyerap aspirasi, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.


“Kami hadir untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke pusat dan diperjuangkan dalam kebijakan,” katanya.


Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan serta menanamkan nilai kejujuran, keikhlasan, dan menjauhi sifat negatif sebagai dasar membangun kepercayaan publik.


Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya KH Iskandar Dzulkarnain, KH Ir Achmad Wahyudi, serta tokoh muda seperti Gus Fathan dan Lora Masykuri. Hadir pula unsur Muspika Kecamatan Kalibaru, termasuk Kapolsek dan Danramil.


Perwakilan Ketua Yayasan Masjid Besar Arraudlah, H Mashuri, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan di bawah yayasan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Alhamdulillah, lembaga pendidikan kami semakin maju. Banyak tenaga pengajar yang telah tersertifikasi dan memberikan layanan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.


Sementara itu, KH Ir Achmad Wahyudi mengapresiasi kehadiran Ning Lia di tengah masyarakat Kalibaru. Ia menilai sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat menjadi kunci dalam melahirkan kebijakan yang berpihak pada publik.


Ia juga menekankan pentingnya penerapan meritokrasi dalam sistem pemerintahan, yakni menempatkan seseorang berdasarkan kompetensi dan integritas.


“Dengan meritokrasi, birokrasi akan lebih efisien, adil, dan transparan. Ini penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih erat antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik. (Red) 

Bagikan:

Komentar