|
Menu Close Menu

Penggunaan Bus Transjatim Listrik Masih Terkendala Biaya Operasional Tinggi

Kamis, 23 April 2026 | 12.16 WIB

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Nyono.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya- Kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan saban Hari Rabu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat berpengaruh sekali terhadap semangat efisiensi energi yang  amanahkan oleh Pemerintah Indonesia saat ini.


Nyono, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjelaskan, jika pengaruhnya pasti sangat besar bagi penghematan konsumsi energi fosil di Jatim.


Dia dan pihaknya bakal terus berkomitmen mendukung penuh usaha Pemerintah RI ditengah krisis energi yang saat ini terjadi.


Kedepan, salah satu langkah yang dapat diambil oleh Pemerintah Provinsi Jatim adalah mengganti kendaraan operasional dinas menjadi kendaraan yang memiliki konsep energi baru terbarukan, yaitu kendaraan listrik.


Penggunaan kendaraan listrik untuk kendaraan masal seperti bus Transjatim misalnya, sambung Nyono, masih terkendala biaya awal yang sangat mahal.


"Kendaraan listrik ini awalnya masih sangat tinggi, nah untuk bus saja, sekitar Rp 3 miliar loh. Memang kita kalah dengan Surabaya Bus untuk energi. Tapi kita harus tahu harga Buy The Service (BTS) nya, per kilometer bisa mencapai Rp 31.000," kupas dia, Rabu (22/4/2026).


Untuk saat ini, Nyono mengaku, memang dari sisi penghematan energi fosil, saat ini Bus Transjatim masih tertinggal dengan Surabaya Bus yang memiliki unit bus listrik.


Namun, sambung Nyono, jika dikaitkan dengan layanan, Surabaya Bus yang menggunakan bahan bakar listrik itu, hanya melayani rute transportasi dalam kota saja.


"Kita ini melayani Gerbangkertosusila loh. Nah, yang ditakutkan banyak nanti Kabupaten yang tidak terlayani. Untuk itu kami pilih mesin Euro 4 yang emisinya standar dan masih diterima," pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar