|
Menu Close Menu

Alumni Lintas Pesantren Resmi Bentuk IHSAN Sumenep

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17.14 WIB

Alumni Pesantren gelar pertemuan bentuk Forum IHSAN Sumenep di Kancakona Kopi, Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— Puluhan alumni pesantren dari berbagai daerah berkumpul di Kabupaten Sumenep dan sepakat membentuk Ikatan dan Himpunan Santri Alumni se-Nusantara (IHSAN) Kabupaten Sumenep, Sabtu (16/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di Cafe Kancakona itu menjadi momentum penguatan silaturahmi antarsantri lintas pesantren di Madura.


Pembentukan IHSAN Sumenep dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan alumni pesantren sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sejumlah tokoh alumni pesantren hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya K. Mohamad Arif dari PP Raudhatut Tholibin Sumenep (Ikabin), K. Ahmad Rasyadi, K. Noer Hayat Syah, dan K. Nahrawi Syuhairi dari PP Al-Amien Prenduan (Ikbal), K. Suhaidi dari PP Aswaj Ambunten, K. Moh. Halili dari PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo (P4NJ), K. Moh. Ali Muhsin dari PP Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan (Ikaba), Ustad Zaiful Anam dan K. M. Tiwdari Hammam dari PP Annuqayah Sumenep (IAA), serta Dr. H. Kholifi dari alumni PP Bangkalan.


Inisiator Forum IHSAN, KH Muhammad Ali Cholil, mengatakan pembentukan IHSAN merupakan bagian dari penguatan jaringan alumni pesantren di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.


“Ya tadi itu kita membentuk pengurus koordinator IHSAN Kabupaten Sumenep,” ujar KH Muhammad Ali Cholil.


Ia menjelaskan, forum serupa sebelumnya telah terbentuk di sejumlah daerah di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. Ke depan, pembentukan kepengurusan IHSAN akan terus diperluas, termasuk di wilayah Madura seperti Sampang dan Pamekasan.


Menurutnya, selama ini organisasi alumni pesantren masih berjalan sendiri-sendiri sesuai asal lembaga masing-masing. Kehadiran IHSAN diharapkan menjadi wadah bersama yang menghimpun jaringan alumni pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.


Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah pesantren besar di Jawa Timur, di antaranya Sukorejo, Nurul Jadid, Sidogiri, Genggong, Tambakberas, Darul Ulum Peterongan, Lirboyo, hingga Langitan.


Dalam forum tersebut juga ditetapkan susunan pengurus IHSAN Sumenep. Ustad Zaiful Anam dari IAA Sumenep dipercaya sebagai Ketua, K. Moh. Halili dari P4NJ Nurul Jadid Paiton sebagai Sekretaris, dan K. Suhaidi dari Jalsah Ahlussunnah Waljamaah Ambunten sebagai Bendahara.


“Alhamdulillah di Sumenep hari ini sudah terbentuk. Ini modal awal untuk memperkuat jaringan santri di daerah,” tambah KH Muhammad Ali Cholil.


Selain pembentukan kepengurusan daerah, IHSAN juga menyiapkan agenda nasional. KH Muhammad Ali Cholil menyebut pusat IHSAN direncanakan berada di Kalimantan Timur, tepatnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara deklarasi nasional akan digelar di Bangkalan. 


IHSAN juga akan melakukan pendataan jaringan alumni pesantren di setiap daerah. Pendataan itu mencakup pesantren, guru, dan para kiai yang memiliki hubungan dengan alumni di masing-masing kabupaten dan kota.


Puncak agenda nasional IHSAN dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 bertepatan dengan 20 Jumadil Ula di Pondok Pesantren Salafiyah Al Falah Kepang, Bangkalan. Kegiatan tersebut akan dikemas dalam deklarasi nasional dan haul akbar yang disertai tahlil bersama untuk para masyayikh, syuhada, dan pahlawan nasional.


Pembentukan IHSAN Sumenep menjadi penanda semakin kuatnya peran santri dalam menjaga ukhuwah dan kebangsaan. Melalui jejaring alumni pesantren, para santri diharapkan terus berkontribusi menjaga tradisi keilmuan serta memperkuat persatuan di tengah perkembangan zaman. (Yud) 

Bagikan:

Komentar