|
Menu Close Menu

DPR RI Minta Pengiriman Prajurit TNI ke Lebanon Diperkuat Intelijen dan Mitigasi Risiko

Jumat, 15 Mei 2026 | 23.06 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan pentingnya dukungan informasi intelijen yang memadai dalam pengiriman prajurit TNI ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).


Menurutnya, langkah tersebut diperlukan guna meminimalisasi risiko keselamatan personel TNI yang akan bertugas di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi tersebut.


Amelia menyampaikan, pengiriman prajurit TNI ke misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, aspek perlindungan terhadap personel harus menjadi perhatian utama.


“Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah terutama Kementerian Pertahanan dan TNI untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian dunia yang dilakukan oleh PBB,” kata Amelia, Jumat (15/5/2026).


Ia menilai kesiapan ratusan personel TNI yang akan diberangkatkan harus dibarengi mitigasi risiko yang terukur. Persiapan tersebut meliputi kesiapan personel, dukungan logistik, sistem perlindungan pasukan, hingga skenario evakuasi darurat apabila situasi keamanan di Lebanon mengalami eskalasi.


Amelia juga menyoroti kondisi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon yang dinilai masih fluktuatif. Karena itu, pengawasan serta evaluasi berkala terhadap potensi ancaman di lapangan dinilai sangat penting dilakukan selama misi berlangsung.


Selain itu, TNI diminta memastikan seluruh prajurit yang bertugas telah dibekali aturan pelibatan atau rules of engagement, prosedur force protection, kemampuan menghadapi serangan asimetris, hingga dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang memadai.


“Ini penting, karena jangan sampai peristiwa yang beberapa bulan lalu terjadi lagi dan menimpa prajurit kita yang sedang melaksanakan misi perdamaian PBB,” ujar legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.


Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengirimkan 780 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL pada 22 Mei 2026.


“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya (sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” kata Sugiono usai pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Red) 

Bagikan:

Komentar