![]() |
| Gus Hilman saat dalam acara diskusi Hardiknas di DPP PKB di Jakarta.(Dok/Istimewa). |
Melalui forum “PKB Policy Roundtable” yang digelar di Kantor DPP PKB, Sabtu (2/5/2026), tema “AI vs Manusia: Revolusi Industri Masa Depan atau Ancaman Eksistensi?” diangkat sebagai ruang diskusi penting untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa transformasi pendidikan nasional harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi global.
Momentum Hardiknas dinilai menjadi saat yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tengah revolusi industri berbasis AI.
Sorotan utama dalam forum ini tertuju pada Anggota Komisi X DPR RI sekaligus tokoh muda Garda Bangsa, Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman.
Dalam pandangannya, AI harus ditempatkan sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, bukan dipersepsikan sebagai ancaman bagi manusia.
Gus Hilman menekankan bahwa integrasi teknologi dalam dunia pendidikan harus dilakukan secara progresif tanpa mengorbankan etika, moral, dan karakter bangsa.
Ia menilai pemanfaatan AI dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah di Indonesia.
Sebagai representasi generasi muda, Gus Hilman menghadirkan perspektif segar dalam menjawab tantangan global.
Ia menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memastikan perkembangan teknologi mampu menjadi katalisator pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Forum ini turut menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christie, serta para pakar dari KORIKA, yakni Leontinus Alpha dan Nur Anis Handayati.
Kehadiran mereka memperkaya pembahasan mengenai inovasi, etika, serta tata kelola kecerdasan buatan di Indonesia.
Dipandu oleh Rafif Rizqullah dari Garda Bangsa, diskusi berlangsung dinamis dengan beragam gagasan strategis yang memperkuat pentingnya kebijakan pendidikan nasional yang responsif terhadap transformasi digital.
PKB Policy Roundtable edisi Hardiknas 2026 sekaligus menegaskan komitmen PKB dan Garda Bangsa untuk terus berkontribusi dalam merumuskan kebijakan strategis bangsa.
Melalui forum ini, Gus Hilman kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin muda yang visioner, inovatif, dan siap mengawal transformasi pendidikan Indonesia menuju masa depan yang modern, inklusif, dan berlandaskan nilai kemanusiaan. (Ham)


Komentar