![]() |
| Kegiatan Literasi Teknologi di Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.(Dok/Istimewa). |
Dalam kegiatan tersebut, Aisnu Jatim menggandeng Founder Bumi Sagara Studio, Fahmi Adimara, untuk memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kepada para guru.
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari bapak dan ibu guru Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Program SABDA AI merupakan salah satu agenda Aisnu Jawa Timur yang kini terus bergerak di sejumlah titik strategis di Jawa Timur. Program ini diarahkan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada santri dan masyarakat pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Dalam kegiatan di Lamongan, Fahmi Adimara menyampaikan materi tentang pemanfaatan teknologi AI, khususnya untuk menghasilkan konten video.
Fahmi menjelaskan secara langsung tata cara melakukan generate video berbasis AI agar hasil yang diproduksi dapat lebih maksimal. Penyampaian materi dilakukan secara praktis sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual, tetapi juga mengetahui bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam proses produksi konten.
Kegiatan di Kecamatan Sekaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Fahmi Adimara bersama program SABDA AI. Ia tercatat telah tiga kali menjelajahi berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur melalui program yang sedang digerakkan Aisnu Jawa Timur tersebut.
Dari jajaran pengurus Aisnu Jawa Timur, kegiatan tersebut turut dihadiri dan didampingi Wakil Ketua Aisnu Jawa Timur Ahmad Tajudin Zahro’u, serta pengurus lainnya, Geofani Eko Priyantama dan Saniyatul Hikmah.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Tajudin Zahro’u yang akrab disapa Kang Rou menegaskan bahwa santri tidak boleh abai terhadap perkembangan media dan ruang digital.
Menurutnya, santri harus memiliki kecakapan dalam memahami media sekaligus mampu mengambil peran untuk mewarnai ruang-ruang digital.
“Santri harus cekap dengan media dan tidak boleh abai dalam mewarnai ruang-ruang digital,” tegas Kang Rou.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa perkembangan teknologi tidak semestinya dipandang sebagai ruang yang harus dijauhi santri. Sebaliknya, ruang digital harus diisi dengan kapasitas, kreativitas, dan kebermanfaatan.
Selain memperluas program SABDA AI, Aisnu Jawa Timur juga tengah mempersiapkan agenda besar pada awal September mendatang. Organisasi tersebut akan menggelar Kopdarwil Aisnu Jawa Timur, yang disebut sebagai ruang kontestasi tertinggi dalam kepengurusan Aisnu Jawa Timur.
“Kami akan mengadakan pula kegiatan akbar di awal September, yakni Kopdarwil, yang merupakan ruang kontestasi tertinggi di dalam kepengurusan Aisnu Jawa Timur,” ujar Kang Rou.
Sementara itu, rangkaian SABDA AI di Kecamatan Sekaran, Lamongan, menjadi gambaran semakin luasnya pengenalan literasi kecerdasan buatan kepada masyarakat pendidikan.
Kegiatan tersebut tidak hanya membahas perkembangan teknologi, tetapi juga membuka ruang bagi para guru untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan secara produktif dalam menghadapi perubahan ekosistem digital.
Di akhir kegiatan, pihak Pondok Pesantren Ar Roudloh Lamongan menutup rangkaian acara dengan doa dan ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan SABDA AI pada pagi tersebut.
Melalui SABDA AI, Aisnu Jawa Timur terus mendorong agar santri dan masyarakat pendidikan tidak sekadar menjadi penonton dalam perkembangan teknologi. Mereka didorong untuk memahami, menggunakan, sekaligus ikut mewarnai ruang digital dengan kemampuan yang dimiliki.
Dari Lamongan, pesan tersebut kembali ditegaskan: kemajuan teknologi tidak boleh membuat santri tertinggal, tetapi harus menjadi ruang baru untuk memperluas keberdayaan dan kebermanfaatan. (Red)


Komentar