![]() |
| Rekanita Lathyva Nur Wahyuni, Ketua Terpilih PAC IPPNU Pragaan masa khidmat 2026-2028.(Dok/Istimewa). |
Terpilihnya Lathyva bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi. Amanah tersebut menjadi bagian dari estafet perjuangan kader perempuan muda NU di Kecamatan Pragaan.
Nama besar keluarga tentu menjadi latar belakang yang melekat, tetapi kepemimpinan organisasi tidak cukup hanya mengandalkan garis keturunan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana Lathyva mampu membuktikan kapasitas, integritas, dan komitmennya dalam menghidupkan roda organisasi serta mencetak kader-kader IPPNU yang tangguh.
Di tangannya, PAC IPPNU Pragaan diharapkan tidak berhenti pada rutinitas administratif dan seremonial. Organisasi harus hadir sebagai ruang kaderisasi, pembentukan karakter, penguatan intelektual, sekaligus tempat tumbuhnya generasi perempuan muda NU yang berani mengambil peran di tengah masyarakat.
Warisan perjuangan para ulama dan pendahulu bukan untuk sekadar dibanggakan, tetapi untuk diteruskan melalui kerja nyata.
Karena itu, periode 2026–2028 menjadi momentum pembuktian bagi Lathyva Nur Wahyuni: apakah estafet yang diterimanya mampu diubah menjadi gerakan, kaderisasi, dan prestasi yang nyata bagi IPPNU Pragaan. (MQ)


Komentar