![]() |
| Kegiatan Adiwiyata SMP Negeri 5 Jember.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah mendukung program pemerintah dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin menjadi perhatian.
Kepala SMPN 5 Jember, Raden Achmad Djauhari, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah.
“Tujuannya mendukung program pemerintah terkait dengan permasalahan sampah yang sudah tidak terkendali,” jelas Raden Achmad Djauhari, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, sekolah berupaya memberikan pengalaman kepada para siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi beban sampah di Kabupaten Jember.
“Maka SMPN 5 berikhtiar memberikan pengalaman bagi siswa-siswi kami melalui kegiatan tersebut, untuk mengurangi beban sampah khususnya di Kabupaten Jember,” tambahnya.
Dalam kegiatan Adiwiyata tersebut, para siswa mendapatkan motivasi sekaligus pemahaman mengenai pengelolaan sampah. Materi yang diberikan mulai dari pemilahan sampah hingga pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang lebih ramah lingkungan.
Untuk memberikan pemahaman secara langsung, SMPN 5 Jember menghadirkan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) Kabupaten Jember sebagai pendamping kegiatan.
Para siswa diperkenalkan dengan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya serta memahami bagaimana sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali.
Sebelum kegiatan inti dimulai, para siswa dan guru terlebih dahulu mengikuti senam bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai pemilahan sampah, pemanfaatannya, hingga praktik pembuatan eco enzyme.
Sampah Organik Diolah Menjadi Eco Enzyme
Salah satu materi yang menarik perhatian siswa adalah pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme. Tidak berhenti di sana, eco enzyme yang dihasilkan juga diperkenalkan untuk diolah menjadi sabun cair yang ramah lingkungan.
“Siswa diberi pelatihan tentang bagaimana mengolah sampah organik menjadi eco enzyme dan eco enzyme-nya juga diubah menjadi sabun cair yang ramah lingkungan,” ungkap Djauhari.
Menurutnya, edukasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. Kebiasaan memilah dan mengolah sampah diharapkan dapat dibawa siswa ke lingkungan keluarga.
“Dengan harapan ketika anak-anak sudah terbiasa di sekolah peduli terhadap lingkungan, dia di rumah juga peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.
Upaya membangun kebiasaan peduli lingkungan juga telah diterapkan SMPN 5 Jember dalam aktivitas sehari-hari. Para siswa dibekali pemahaman untuk memilah sampah berdasarkan tiga kriteria.
Sekolah juga menyediakan tiga wadah tempat sampah di masing-masing kelas. Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan siswa untuk membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya.
Antusiasme para siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti materi dan praktik pengolahan sampah dengan penuh perhatian.
Salah satu siswi SMPN 5 Jember, Mauranne Charisma Kristaloves, siswa kelas 8D, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Iya, suka sekali. Tadi kita diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dari sampah serta diajari untuk pembuatan eco enzyme,” ujar Maura.
Ia mengaku pembelajaran yang diperoleh di sekolah juga mulai diterapkan di rumah. Salah satunya dengan membiasakan diri memilah sampah.
Melalui kegiatan Adiwiyata tersebut, SMPN 5 Jember berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial di sekolah. Edukasi pengelolaan sampah diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dibawa siswa ke rumah dan lingkungan sekitarnya. (Eko)



Komentar