![]() |
| KPM Internasional STIT Aqidah Usymuni Sumenep bersama PTIQ Jakarta menggelar perlombaan bagi anak-anak di Malaysia.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan.
Meski berada jauh dari Indonesia, suasana peringatan 17 Agustus tetap terasa hangat melalui perlombaan, kebersamaan, dan semangat nasionalisme.
Ketua Pelaksana, Rio, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menghadirkan suasana kemerdekaan bagi anak-anak Indonesia yang berada di Kuala Lumpur.
“Kami ingin anak-anak di Sanggar Pantai Dalam tetap merasakan semangat 17 Agustus. Walaupun mereka berada di Malaysia, mereka tetap bagian dari generasi Indonesia yang harus mengenal dan mencintai tanah airnya,” ujar Rio.
Sementara itu, Yudi, mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Sumenep, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi dirinya dan teman-teman KPM.
“Kami melihat ada kebahagiaan dari anak-anak ketika mereka bermain dan merayakan 17 Agustus bersama. Dari sini kami merasa bahwa semangat Indonesia tetap hidup, bahkan ketika kita berada jauh dari tanah air,” kata Yudi.
Menurut Yudi, kegiatan bersama anak-anak Sanggar Pantai Dalam juga menjadi bagian dari pengalaman pengabdian mahasiswa selama mengikuti KPM Internasional di Kuala Lumpur.
Bagi para mahasiswa KPM, kebersamaan bersama anak-anak Sanggar Pantai Dalam menjadi pengingat bahwa rasa cinta kepada Indonesia tidak mengenal jarak dan tempat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada anak-anak Indonesia di luar negeri melalui suasana perayaan yang sederhana, meriah, dan penuh kebersamaan. (Red)


Komentar