|
Menu Close Menu

Konsisten Pilah Sampah, SMPN 11 Jember Jadi Teladan Sekolah Ramah Lingkungan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 15.38 WIB

Tampak Siswa-siswi SMPN 11 Jember belajar langsung mengolah sampah organik menjadi kompos. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id,Jember – Di tengah gencarnya sosialisasi pemilahan sampah dari rumah yang sedang digalakkan Pemerintah Kabupaten Jember melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), SMP Negeri 11 Jember justru telah berjalan jauh di depan.

Kepala SMPN 11 Jember Hana Wahyuni bersama Wakil Kepala Sekolah Erwan Salus Prijono memperlihatkan pupuk kompos dan cairan ecoenzyme, hasil pengolahan mandiri sampah organik di sekolahnya. (Dok/Istimewa). 

Sekolah ini ternyata sudah menerapkan pengelolaan sampah secara terpadu dan berkelanjutan sejak tiga tahun yang lalu. Kegigihan dan konsistensi tersebut akhirnya membuahkan hasil manis dengan diraihnya apresiasi resmi dari pemerintah daerah.

 

Kepala SMPN 11 Jember, Hana Wahyuni, menjelaskan bahwa langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi aturan, melainkan sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sedini mungkin kepada generasi muda.

 

"Kita di SMPN 11 sebenarnya sudah memulai tiga tahun yang lalu melaksanakan program ini. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh siswa bahwa sampah organik dan anorganik harus dipisahkan sejak awal pembuangan," ujar Hana Wahyuni saat ditemui awak media di sekolahnya, Jumat (14/08/2026).

 

Penerapan pemilahan sampah di sekolah ini dilakukan dengan sistem yang terstruktur. Sampah anorganik yang terkumpul tidak langsung dibuang, melainkan dikelola bersama mitra kerja sama, yaitu bank sampah. Langkah ini membuktikan bahwa sampah yang dikelola dengan benar justru dapat membawa manfaat ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

 

Sementara untuk sampah organik, sekolah tidak hanya menyediakan tempat pembuangan, tetapi telah membangun fasilitas pengomposan lengkap. Tersedia komposer berukuran kecil yang digunakan sebagai sarana praktik pembelajaran langsung bagi siswa, serta komposer besar yang dilengkapi dengan sepuluh lubang penampungan khusus yang hanya boleh diisi sampah organik.

 

"Jika di tempat lain mungkin tempat sampah masih tercampur, kita di sini sudah membiasakan pemilahan sejak tiga tahun silam. Namun, kami sadar semua ini butuh proses panjang serta ketelatenan yang luar biasa untuk melatih dan membiasakan siswa-siswi agar benar-benar tumbuh kesadarannya sendiri," tambah Hana.

 

Ketekunan yang dilakukan sepanjang tiga tahun ini akhirnya mendapatkan pengakuan resmi. Dalam rangkaian peringatan hari santri di Kabupaten Jember, SMPN 11 Jember secara resmi menerima penghargaan sebagai salah satu sekolah yang tergolong sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup oleh Gus Bupati Muhammad Fawait.

 

Wakil Kepala Sekolah sekaligus Ketua Tim Adiwiyata SMPN 11 Jember, Erwan Salus Prijono, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini adalah pengingat bahwa bumi yang kita tempati hanyalah titipan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya untuk anak cucu di masa depan.

 

"Kita terus sadarkan kepada anak-anak bahwa apa yang mereka lakukan hari ini adalah langkah besar agar dunia ke depannya tetap sehat dan layak huni. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya kita mewariskan lingkungan yang bersih dan sehat tidak sia-sia," tegas Erwan.

 

Kepedulian terhadap lingkungan di SMPN 11 Jember tidak berhenti pada urusan sampah saja. Sekolah juga rutin melaksanakan penanaman pohon dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga yang berfokus pada pelestarian alam.

 

Dari penerapan pengelolaan sampah yang berjalan konsisten ini, sekolah kini telah mampu menghasilkan produk mandiri berupa pupuk kompos berkualitas dan cairan ecoenzyme yang bermanfaat.

 

Pihak sekolah berharap kebiasaan baik yang sudah terbentuk ini tidak hanya menjadi rutinitas di lingkungan sekolah, melainkan terbawa hingga ke rumah masing-masing siswa. Diharapkan pula, langkah nyata SMPN 11 Jember dapat menginspirasi sekolah lain dan seluruh masyarakat Kabupaten Jember untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. (Eko) 

Bagikan:

Komentar