|
Menu Close Menu

Pordasi Equestrian Jatim Resmi Dilantik, Dewi Larasati Dorong Penguatan Pembinaan Atlet Hadapi PON

Senin, 10 Agustus 2026 | 18.02 WIB

Ketua Umum PP Pordasi Equestrian, Dewi Larasati bersama Pengurus KONI Jatim, Firman Syah Ali saat hadir dalam pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Equestrian Jawa Timur periode 2026-2030 resmi dilantik di Hotel Atria Malang. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang – Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Equestrian Jawa Timur periode 2026-2030 resmi dilantik di Hotel Atria Malang, Senin (10/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan pembinaan atlet menuju berbagai agenda kompetisi nasional.

Pengprov Pordasi Equestrian Jatim dipimpin Hari Wibowo sebagai ketua. Pelantikan dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pordasi Equestrian Dewi Larasati, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Muhammad Nabil, serta jajaran KONI Jatim, yakni Bidang Hukum Firman Syah Ali, Bidang Binpres Jeffry Tagore, dan Bidang Organisasi Muh Alyas.


Hadir pula 10 Pengurus Cabang (Pengcab) dan 10 pemilik stable atau rumah kuda dari berbagai daerah di Jawa Timur.


Ketua Umum PP Pordasi Equestrian Dewi Larasati mengatakan, keberadaan kepengurusan baru di Jawa Timur diharapkan segera diikuti dengan penguatan pembinaan dan konsolidasi cabang olahraga equestrian.


Menurutnya, salah satu target penting adalah agar cabang olahraga berkuda equestrian dapat dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang akan diselenggarakan di Surabaya.


“Dengan dilantiknya pengurus di Jawa Timur, saya berharap nantinya cabor berkuda equestrian bisa dipertandingkan di Porprov Jatim 2027 yang akan diselenggarakan di Surabaya,” kata Dewi.


Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Jawa Timur dinilai memiliki potensi atlet dan ekosistem olahraga berkuda yang perlu diarahkan agar mampu menghasilkan prestasi di level nasional.


Pembinaan tersebut menjadi semakin penting karena atlet-atlet Jawa Timur diproyeksikan menghadapi agenda besar olahraga nasional, termasuk PON yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


Dewi juga berharap atlet-atlet Jawa Timur dapat ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026. Keikutsertaan dalam kompetisi nasional dinilai penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memperkaya pengalaman bertanding.


“Saya juga berharap atlet-atlet Jatim dapat mengikuti Kejurnas 2026,” ujarnya.


Selain pembinaan atlet, Dewi mendorong Pengprov Pordasi Equestrian Jawa Timur aktif membangun jejaring dan bertukar pengalaman dengan pengurus provinsi lainnya. Pengalaman antardaerah dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pembinaan.


“Organisasi Equestrian Pengprov Jatim dapat menimba pengalaman-pengalaman baru bersama Pengprov lainnya dengan pengayoman yang cukup dari PP,” tandasnya.


Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengapresiasi pelantikan Pengprov Pordasi Equestrian Jatim periode 2026-2030.


Menurut Nabil, pelantikan tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Kepengurusan baru harus segera menerjemahkan mandat organisasi menjadi program kerja konkret, terutama melalui konsolidasi, pembinaan atlet, serta pemetaan potensi prestasi.


Momentum tersebut, kata dia, penting untuk mempersiapkan olahraga berkuda menghadapi Porprov Jatim 2027 dan PON 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT.


“Harapan saya, pengurus yang baru saja dilantik langsung tancap gas melakukan konsolidasi untuk meningkatkan prestasi atlet,” ujar Nabil.


Ia juga mendorong olahraga berkuda di bawah naungan Pordasi lainnya untuk segera melakukan penguatan organisasi dan konsolidasi. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga secara berkelanjutan.


“Harapan saya, olahraga berkuda di bawah naungan Pordasi yang lain juga bisa segera bergerak untuk melakukan penguatan-penguatan dan konsolidasi,” katanya.


Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Pordasi Equestrian Jawa Timur kini memiliki tantangan untuk membuktikan bahwa konsolidasi organisasi dapat berbanding lurus dengan peningkatan prestasi. Porprov Jatim 2027 menjadi salah satu momentum awal untuk menguji kesiapan tersebut, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi atlet berkuda Jawa Timur untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional. (Had) 

Bagikan:

Komentar