|
Menu Close Menu

Semarak Kemerdekaan, KPM PKH Sepulu Ikuti Lomba Cerdas Cermat Berbasis Literasi Program

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19.41 WIB

 

Kegiatan Semarak Kemerdekaan Bersama KPM PKH Sepulu di Pendopo Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bangkalan– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, dikemas berbeda. Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sepulu memadukan semangat kemerdekaan dengan kegiatan edukatif melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) PKH GEMBIRA dan Lomba Cerdas Cermat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.


Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Sepulu, Selasa (11/8/2026), mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB tersebut diikuti enam kelompok KPM PKH. Masing-masing kelompok terdiri dari lima peserta.


Kegiatan itu dihadiri Katimkab Bangkalan Abu Daud, S.HI., Katimprov Jatim Hanafi, Camat Sepulu Hosun, S.Pd., MM., Kasi Kesmas Yusfin, serta delapan ASN P3K Kemensos Kecamatan Sepulu.


Konsep kegiatan sengaja dibuat tidak sekadar menjadi ajang memeriahkan bulan kemerdekaan. Lomba cerdas cermat diarahkan menjadi media untuk mengukur sekaligus memperkuat pemahaman KPM terhadap materi PKH yang sebelumnya telah disampaikan para pendamping melalui P2K2.


Dalam pelaksanaannya, lomba dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, masing-masing kelompok mendapatkan pertanyaan secara bergilir melalui mekanisme pengundian. Materi yang ditanyakan berkaitan dengan hitungan bantuan PKH serta modul-modul P2K2.


Sementara pada sesi kedua, peserta mengikuti sistem rebutan dengan total 20 pertanyaan. Pola tersebut membuat peserta tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir cepat dan memberikan jawaban secara tepat.


Sebelum lomba dimulai, kegiatan terlebih dahulu diisi dengan P2K2 yang disampaikan Katimprov Jatim Hanafi. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan modul PKH, tetapi juga menyentuh pemahaman mengenai penggunaan bantuan sosial secara tepat serta berbagai faktor yang berkaitan dengan perubahan desil penerima manfaat.


Hanafi menjelaskan, pemahaman mengenai desil menjadi penting bagi KPM agar mereka mengetahui bahwa data penerima manfaat dapat mengalami perubahan sesuai kondisi sosial dan ekonomi keluarga.


Selain itu, literasi mengenai pemanfaatan bantuan sosial juga perlu terus diperkuat. Bantuan yang diterima seharusnya digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan program sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.


“Karena itu, peningkatan literasi KPM mengenai hak, kewajiban, mekanisme bantuan, serta pemanfaatan bansos menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PKH. Semakin baik pemahaman penerima manfaat, semakin besar pula peluang bantuan digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan program,” jelas Hanafi.


Menurutnya, edukasi kepada KPM tidak cukup hanya dilakukan ketika bantuan disalurkan. Pemahaman harus terus dibangun agar penerima manfaat mampu memahami program secara utuh, termasuk kewajiban sebagai peserta PKH serta tujuan jangka panjang program dalam mendorong peningkatan kualitas hidup keluarga.


Kegiatan Semarak Kemerdekaan tersebut setidaknya memiliki dua tujuan utama. Pertama, menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kedua, meningkatkan pemahaman KPM terhadap modul-modul PKH yang telah disampaikan pendamping dalam kegiatan P2K2.


Dengan konsep tersebut, momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran. KPM diajak mengasah pengetahuan sekaligus mengingat kembali materi yang berkaitan langsung dengan program bantuan sosial yang mereka terima.


Camat Sepulu Hosun mengapresiasi konsep kegiatan yang digelar SDM PKH Kecamatan Sepulu. Menurutnya, kegiatan Agustusan umumnya identik dengan berbagai perlombaan yang bersifat hiburan. Namun, kegiatan kali ini memiliki nilai tambah karena menggabungkan semangat kemerdekaan dengan peningkatan wawasan masyarakat.


“Biasanya lomba Agustusan hanya lomba-lomba pada umumnya, namun hal ini berbeda, lebih berwawasan dan inovatif,” kata Hosun.


Hosun menilai kegiatan semacam itu layak terus dikembangkan. Sebab, peringatan kemerdekaan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan yang bersifat kompetitif dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.


Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa KPM PKH bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pengetahuan yang baik mengenai program, penggunaan bansos, serta kewajiban penerima manfaat menjadi modal penting agar bantuan dapat memberikan dampak yang lebih optimal.


Melalui P2K2 GEMBIRA dan Lomba Cerdas Cermat, SDM PKH Kecamatan Sepulu berupaya menghadirkan cara yang lebih kreatif dalam memberikan edukasi kepada KPM. Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perayaan, tetapi diterjemahkan dalam kegiatan yang mendorong masyarakat untuk semakin memahami program pemerintah dan membangun kemandirian keluarga. (Fiq) 

Bagikan:

Komentar