![]() |
| Kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di SMPN 9 Jember.(Dok/Istimewa). |
Dalam kegiatan tersebut, SMPN 9 Jember secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Moderasi Beragama. Deklarasi ini dihadiri sejumlah tokoh lintas agama sebagai bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat persatuan dan kerukunan di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 9 Jember, Khulashah, mengatakan bahwa program moderasi beragama bertujuan membentuk karakter peserta didik yang mampu menghargai perbedaan serta hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Konsep ini kami hadirkan untuk menanamkan nilai-nilai kebinekaan kepada peserta didik. Harapannya, setelah lulus nanti mereka mampu mengimplementasikan sikap toleran dan menghargai perbedaan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di masyarakat,” ujarnya.
Menurut Khulashah, moderasi beragama bukan sekadar tema yang diangkat dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI. Program tersebut merupakan komitmen jangka panjang SMPN 9 Jember dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis toleransi dan keberagaman.
“Kami ingin menjadikan moderasi beragama sebagai budaya sekolah yang terus dijalankan dalam berbagai kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Sebagai bagian dari implementasi nilai kebinekaan, para siswa mengikuti upacara dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang keberagaman budaya Nusantara.
“Anak-anak diberikan pemahaman bahwa pakaian adat yang mereka kenakan merupakan simbol kekayaan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan sikap saling menghargai perbedaan suku, budaya, dan agama yang menjadi kekuatan bangsa,” jelasnya.
Selain itu, seluruh peserta upacara turut menandatangani Deklarasi Moderasi Beragama sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga toleransi, menghormati perbedaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan harmonis.
Penandatanganan deklarasi dilakukan oleh perwakilan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta tokoh lintas agama yang hadir. Langkah tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama untuk mewujudkan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata di lingkungan SMPN 9 Jember.
Khulashah berharap deklarasi yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi pedoman perilaku seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Pendeta Kukuh Iman dari GKJW Jember yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah SMPN 9 Jember dalam membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
Menurutnya, pendidikan moderasi beragama sangat penting untuk memperkuat kekompakan, kedisiplinan, serta rasa persatuan di kalangan generasi muda.
“Bangsa Indonesia didirikan di atas fondasi kebinekaan. Karena itu, komitmen sekolah untuk menghadirkan kebersamaan secara konkret di tengah keberagaman merupakan langkah yang sangat baik. Harapannya program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya tindak lanjut yang berkelanjutan agar deklarasi tersebut tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi program yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah.
"Ini menjadi contoh sekolah yang lain dan mampu mengimplementasikan nilai toleransi, moderasi beragama, dan persatuan dalam keberagaman sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi generasi muda Indonesia," tandasnya. (Eko)


Komentar